Pratama, M. Rizki Adi (2026) Persepsi Pengurus Yayasan di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar tentang Pengelolaan Wakaf Produktif (Studi Kasus di Yayasan Ponpes Al-Hidayah). Skripsi, Syariah.
|
Text
pernyataan.pdf Download (104kB) |
|
|
Text
AWAL.pdf Download (837kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (126kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (274kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (586kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (188kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (435kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (126kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (174kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (3MB) |
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi Yayasan Pondok Pesantren Al-Hidayah di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, yang memiliki aset tanah wakaf seluas 9.115 m², namun pengelolaannya hingga saat ini masih bersifat konsumtif dan belum diarahkan pada pengelolaan yang bersifat produktif, padahal wakaf produktif berpotensi memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi kesejahteraan umat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pengurus Yayasan Ponpes Al-Hidayah tentang pengelolaan wakaf produktif, serta faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan kasus dan bersifat deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara terhadap lima orang informan yang merupakan pengurus dan nazir Yayasan Ponpes Al-Hidayah, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kep ustakaan. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara kualitatif untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai persepsi pengurus dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengurus Yayasan Ponpes Al-Hidayah terhadap wakaf produktif bervariasi, mulai dari pemahaman dasar tentang wakaf sebagai amal jariyah hingga kemampuan membedakan secara jelas antara wakaf konsumtif dan wakaf produktif. Meskipun demikian, seluruh informan menyadari bahwa aset wakaf yang dimiliki yayasan sesungguhnya berpotensi dikembangkan secara produktif. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tersebut terdiri atas faktor internal, yaitu perbedaan latar belakang dan pengalaman masing-masing pengurus, serta faktor eksternal, yaitu rendahnya intensitas sosialisasi dan pelatihan dari lembaga terkait seperti Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Kementerian Agama, keterbatasan modal dan sumber daya manusia, serta belum optimalnya arahan strategis dari organ pembina yayasan. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan utama bukan pada ketiadaan kesadaran, melainkan pada keterbatasan kapasitas teknis dan dukungan kelembagaan untuk mewujudkan wakaf produktif secara nyata
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HC Economic History and Conditions K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 02 Nov 2026 07:48 |
| Last Modified: | 02 Nov 2026 07:48 |
| URI: | http://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/32504 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




