Umam, Ahmad Khatibul (2026) Dimensi Spiritual Budaya Balas Budi pada Lembaga Pendidikan Islam Kota Banjarbaru. Tesis, Pascasarjana.
|
Text
PERNYATAAN.pdf Download (132kB) |
|
|
Text
AWAL.pdf Download (968kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (141kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (392kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (552kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (401kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (679kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (284kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (242kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
ABSTRAK
Penelitian ini mengemukakan tentang dimensi spiritual budaya balas budi pada masyarakat Banjar dengan melihat kenyataan di lapangan bahwa budaya balas budi masih menjadi praktik sosial yang hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat. Budaya tersebut tidak hanya dipahami sebagai kewajiban moral untuk membalas kebaikan yang diterima, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual yang berhubungan dengan ajaran Islam dan tradisi keagamaan masyarakat Banjar. Praktik balas budi diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti penghormatan kepada guru, pemberian bantuan kepada orang yang pernah berjasa, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta upaya mempertahankan ikatan sosial yang telah terjalin. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk praktik budaya balas budi yang berkembang di masyarakat Banjar khususnya pada lembaga pendidikan Islam kota Banjarbaru serta memahami dimensi spiritual yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Objek penelitian adalah dimensi spiritual yang terdapat dalam praktik budaya balas budi pada masyarakat Banjar, sedangkan subjek penelitian terdiri atas tokoh agama, tokoh masyarakat, guru, dan anggota masyarakat yang masih menjalankan budaya balas budi dalam kehidupan sehari-hari. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif untuk mengungkap makna spiritual yang terkandung dalam praktik budaya tersebut. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya balas budi pada masyarakat Banjar tidak sekadar dipahami sebagai tradisi sosial, tetapi juga mengandung dimensi spiritual yang kuat. Praktik tersebut dimaknai sebagai bentuk syukur atas kebaikan yang diterima, penghormatan (ta'dzim) kepada guru dan orang yang berjasa, serta sarana menjaga silaturahmi dan keharmonisan sosial. Selain itu, budaya balas budi dipandang sebagai wujud akhlak mulia yang mencerminkan nilai-nilai keislaman, seperti ikhlas, amanah, kasih sayang, dan penghargaan terhadap sesama manusia. Perspektif tasawuf menunjukkan bahwa budaya balas budi memiliki keterkaitan dengan maqāmāt dan aḥwāl spiritual, khususnya syukur (al-syukr), mahabbah (al-maḥabbah), ikhlas (al-ikhlāṣ), dan adab terhadap guru. Nilai-nilai tersebut menjadikan budaya balas budi tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme sosial untuk menjaga hubungan antarmanusia, tetapi juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt. melalui penghargaan terhadap nikmat dan perantara kebaikan yang diberikan-Nya. Dengan demikian, budaya balas budi pada masyarakat Banjar dapat dipahami sebagai praktik sosial-religius yang mengintegrasikan hubungan manusia dengan sesama sekaligus hubungan manusia dengan Tuhan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Pascasarjana (Magister dan Dokter) > S2 Ilmu Tasawuf |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 09 Oct 2026 02:40 |
| Last Modified: | 09 Oct 2026 02:40 |
| URI: | http://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/32463 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




