Taufik, Muhammad Rusdi (2026) Takdir Menurut Pemahaman K.H. Muhammad Noor di Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan (Analisis Ilmu Kalam). Skripsi, Ushuluddin dan Humaniora.
|
Text
PERNYATAAN.pdf Download (81kB) |
|
|
Text
AWAL.pdf Download (818kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (152kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (323kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (373kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (233kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (365kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (237kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (227kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pemahaman K.H. Muhammad Noor mengenai konsep takdir menggunakan analisis ilmu kalam. Kajian tentang takdir merupakan salah satu pembahasan penting dalam akidah Islam karena berkaitan dengan ketetapan Allah serta hubungan antara kehendak Tuhan dan perbuatan manusia. Oleh karena itu, pemikiran K.H. Muhammad Noor mengenai takdir perlu dikaji untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsep tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi tokoh. Data primer diperoleh melalui wawancara dan menghadiri majelis taklim K.H. Muhammad Noor, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur yang relevan dengan tema penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan pengujian kesimpulan. Dalam pandangan K.H. Muhammad Noor, beliau membagi takdir menjadi dua kategori, yaitu yang bersifat tetap dalam Ummul Kitab (Lauh Mahfuz) dan yang dapat berubah dalam catatan malaikat (Lauh al-Mahw wa al-Isbat) sesuai dengan kehendak Allah. Pemahaman ini membawa implikasi bagi setiap mukmin untuk senantiasa bertawakal, berserah diri, dan memiliki prasangka baik (husnudzan) kepada Allah, karena beliau mengibaratkan manusia seperti wayang yang digerakkan oleh dalang sebagai objek kekuasaan mutlak Tuhan. Meskipun beliau mengakui adanya daya (kasb) pada manusia, daya tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali Allah sehingga manusia hanyalah tempat penampakan (mazhar) dari perbuatan-Nya. Secara perspektif kalam, pemikiran K.H. Muhammad Noor menunjukkan keselarasan yang kuat dengan aliran Ahlusunah Waljamaah (Asy’ariyah), terutama melalui penggunaan konsep kasb dan pengaruh besar dari pemikiran Imam Al-Ghazali. Namun, penekanan beliau pada ketidakberdayaan manusia di hadapan Tuhan juga memberikan kemiripan yang signifikan dengan aliran Jabariyah. Hal ini membuat pandangan beliau bertolak belakang dengan aliran Qadariyah, Mu’tazilah, Syi’ah Imamiyah, dan Ahmadiyah yang meyakini adanya kehendak bebas (free will) penuh pada manusia. Mengenai keadilan Tuhan, beliau berpendapat bahwa Allah senantiasa adil karena Dia berbuat terhadap apa yang menjadi milik-Nya sendiri, sebuah pandangan yang sejalan dengan aliran Asy’ariyah dan Maturidiyah Bukhara yang melihat keadilan sebagai hak mutlak Allah tanpa adanya kewajiban terhadap makhluk-Nya.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Aqidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 19 Oct 2026 01:42 |
| Last Modified: | 19 Oct 2026 01:42 |
| URI: | http://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/32478 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




