Rasyidi, Ahyar (2022) Dinamika Pondok Pesantren Tahfīz AlQur′an di Kalimantan Selatan. [Disertasi]
PERNYATAAN.pdf
Download (390kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (255kB)
BAB I.pdf
Download (378kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (871kB)
BAB III.pdf
Download (207kB)
BAB V.pdf
Download (168kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (258kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (7MB)
Abstract
Pondok pesantren Tahfīz Al-Qur′an memiliki dinamika yang dapat dilihat dari
berbagai perubahan dan perkembangan sejak berdirinya. Penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan: (1) Tipologi Profil Pondok Pesantren Tahfīz Al-Qur′an di
Kalimantan Selatan, (2) Kurikulum Pondok Pesantren Tahfīz Al-Qur′an di
Kalimantan Selatan, (3) Metode Penghafalan Pondok Pesantren Tahfīz Al-Qur′an
di Kalimantan Selatan, dan (4) Silsilah Sanad Bacaan Pondok Pesantren Tahfīz AlQur′an di Kalimantan Selatan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, adapun pendekatannya
menggunakan fenomenologis oleh Alfred Schutz dan Peter L Berger. Pendekatan
Alfred Schutz dan Peter L Berger dipilih oleh karena pandangan keduanya dalam
memahami pemaknaan yang diberikan individu kepada dinamika pesantren.
Analisis dalam penelitian fenomenologi dilakukan melalui 4 tahapan, yakni:
Epoche, Phenomenological Reduction, Imaginative Variation, dan Synthesis.
Hasil temuan dari penelitian disertasi ini ada empat. 1) Profil Tipologi Pondok
Pesantren Tahfīz Al-Qur′an di Kalimantan Selatan, terdapat dua tipologi yang
peneliti sebut dengan istilah model. Model A, yaitu pondok pesantren tahfīz yang
murni menyelenggarakan tahfīz Al-Qur′an dengan menyediakan pendidikan paket
B dan C, guna persiapan ujian pendidikan formal untuk mendapatkan ijazah
penyetaraan. Model B, yaitu pondok pesantren tahfīz} Al-Qur′an yang mengadopsi
sekolah formal dalam lingkungan pesantren, maksudnya adalah pesantren yang
fokus pada penghafalan Al-Qur’an dengan tetap melaksanakan sistem pendidikan
formal di lingkungan pesantren pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan
Madrasah Aliyah (MA). 2) Kurikulum model A, yaitu kurikulum pesantren tahfīz
Al-Qur′an diformulasikan untuk menghafal Al-Qurʹan sebanyak 30 juz. Sementara
pondok pesantren tahfīz} Al-Qurʹan dalam model B, bahwa kurikulum pendidikan
Al-Qur′an diformulasikan dengan mengalokasikan waktu lebih untuk program
tahfīz Al-Qurʹan sebagai program utama, di samping melaksanakan kurikulum
formal yang ada, dari kementerian agama pada jenjang pendidikan Madrasah
Tsanawiyah (MTs) dan dan Madrasah Aliyah (MA). 3) Metode penghafalan
pondok pesantren tahfīz Al-Qur’an di Kalimantan Selatan seragam, yaitu: Metode
Talaqqi, Metode Tikrar, Metode Sabaq-Sabqi-Manzil, Metode Murāja’ah, Metode
Tadabbur, Metode Turki Uśmāni dan Metode Yanbu’a, adapaun temuan terakhir
yaitu 4). Silsilah Sanad Bacaan Al-Qurʹan di Pondok Pesantren tahfīz Al-Qur’an
di Kalimantan Selatan disampaikan dengan cara Talaqqi Musyāfahah. Talaqqi
Musyāfahah atau perjumpaan merupakan jalur sanad yang sering digunakan di
pondok pesantren tahfīz yang ada di Indonesia termasuk di Kalimantan Selatan.
| Item Type: | Disertasi |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Pascasarjana (Magister dan Dokter) > S3 Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 04 Jan 2023 03:40 |
| Last Modified: | 11 Sep 2024 02:27 |
| URI: | http://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/21471 |




