Helia, Helia (2026) Pengembangan Buku Referensi Struktur Populasi Pohon Balangkasua (Lepisanthes alata) di Desa Tampulang Kalimantan Tengah. Skripsi, Tarbiyah dan Keguruan.
|
Text
PERNYATAAN.pdf Download (142kB) |
|
|
Text
AWAL.pdf Download (896kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (125kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (375kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (650kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (441kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (666kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (157kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (212kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (7MB) |
ABSTRAK
Pohon Balangkasua (Lepisanthes alata) merupakan tumbuhan khas Kalimantan yang keberadaannya semakin sulit dijumpai, sementara data ilmiah mengenai struktur populasi dan potensi regenerasinya di habitat alami masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur populasi pohon Balangkasua di Desa Tampulang, Kalimantan Tengah, serta mendeskripsikan kevalidan buku referensi struktur populasi yang dikembangkan berdasarkan hasil penelitian tersebut. Penelitian ini menggunakan desain Educational Design Research (EDR) model Plomp dan Nieveen (2013) yang dibatasi sampai tahap prototyping phase, dengan evaluasi formatif Tessmer (1993) yang dibatasi sampai tahap validasi ahli (expert review). Pendekatan penelitian ini memadukan metode kualitatif untuk mendeskripsikan morfologi dan kondisi lingkungan Balangkasua (Lepisanthes alata) dengan metode kuantitatif untuk menganalisis struktur populasi dan kevalidan buku referensi. Data struktur populasi dikumpulkan melalui observasi langsung pada 23 plot berukuran 10×10 meter di Desa Tampulang dengan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis berdasarkan jumlah individu pada setiap tingkat pertumbuhan dan disajikan dalam bentuk piramida populasi. Kevalidan buku referensi dianalisis menggunakan persentase skor dari angket validasi ahli materi, bahasa, dan media. Hasil penelitian menunjukkan struktur populasi Balangkasua di Desa Tampulang terdiri atas 434 individu/ha pada tingkat tunas, 143 individu/ha pada tingkat anakan, dan 343 individu/ha pada tingkat dewasa, karena jumlah anakan lebih rendah dibanding individu dewasa, menandakan hambatan pada perkembangan dari tunas menuju anakan. Validasi buku referensi oleh tiga validator memperoleh persentase kelayakan materi 80%, bahasa 75%, dan media 71,24%, dengan rata-rata 75,41% yang tergolong cukup valid, sehingga buku referensi dapat digunakan dengan perbaikan kecil sesuai saran validator.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Tadris Biologi |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 28 Sep 2026 00:38 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 01:15 |
| URI: | http://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/32436 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |




