Arifin, Muhammad Nurhadi (2024) Hermeneutika Edip Yuksel atas Ayat-Ayat tentang Waktu Salat dalam Buku Qur’an: A Reformist Translation. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (398kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (134kB)
BAB I.pdf
Download (285kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (348kB)
BAB III.pdf
Download (258kB)
BAB IV.pdf
Download (280kB)
BAB V.pdf
Download (170kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (174kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini membahas tentang hermeneutika Edip Yuksel sebagai tokoh
reformis terhadap ayat-ayat berkenaan dengan waktu salat dalam bukunya berjudul
Qur’an: A Reformist Translation. Dalam buku tersebut, ada satu pembahasan
menarik yang menjadi perhatian, yakni pada apendiks ke-10: Sala Prayers
According to the Quran. Terdapat perbedaan mendasar atas interpretasi reformis
dengan penafsiran ulama klasik terhadap ayat waktu salat. Oleh karena itu,
penelitian ini berusaha menelusuri bagaimana kriteria hermeneutika yang
digunakan dan menghasilkan penafsiran atas waktu salat yang dianggap orisinal
oleh reformis.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kriteria hermeneutika yang
digunakan Edip Yuksel dan interpretasinya terhadap ayat-ayat tentang waktu salat
dalam buku Qur’an: A Reformist Translation, disertai analisis pada kelebihan dan
kelemahan hermeneutikanya. Penelitian ini berjenis penelitian kepustakaan dan
bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah melacak
atau mendokumentasikan data kemudian menyeleksi data dari semua sumber data.
Data penelitian akan dianalisis secara deskriptif-analitis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kriteria hermeneutika Yuksel
berasaskan lima prinsip dan tiga metodologi linguistik. Prinsip tersebut yaitu
pemahaman non-seksisme, penolakan pendapat ulama, penggunaan Qur’an alone,
cross-references dari Alkitab, dan penekanan rasionalitas. Metodologi
linguistiknya yaitu identifikasi kata yang banyak makna, menentukan makna yang
sesuai, dan menyusun pemahaman yang koheren.
Hasil interpretasinya terhadap ayat-ayat waktu salat diuraikan menjadi tiga
tema waktu berdasarkan Q.S. Al-Baqarah/2: 238, Q.S. Hûd/11: 114, Q.S. Al�Isrâ`/17: 78, dan Q.S. An-Nûr/24: 58. Tiga tema waktu tersebut menunjukkan
keterangan waktu salat, yakni salat al-fajr atau dawn prayer dimaknai salat Subuh
hari, salat al-‘isyâ` atau evening prayer dimaknai salat petang/malam hari, dan salat
al-wustha’ atau middle prayer dimaknai salat tengah hari. Yuksel mengindikasikan
bahwa waktu salat hanya ada tiga kali dalam sehari. Kelemahan hermeneutikanya
adalah tidak konsisten terhadap unsur konteks dan tidak kompletnya eksplorasi
terhadap ayat tersebut. Namun, kecakapan linguistik Yuksel menjadi kelebihan
hermeneutikanya dan memberi kontribusi pengembangan paham yang relevan di
masa sekarang
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 25 Jan 2024 13:03 |
| Last Modified: | 25 Jan 2024 13:03 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/26003 |




