Rabiani, Rabiani (2023) Konsep Kesehatan Mental Sigmund Freud dalam Perspektif Al-Qur’an. [Skripsi]
1 PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf
Download (108kB)
2 AWAL.docx.pdf
Download (799kB)
3 ABSTRAK SJ.pdf
Download (101kB)
4 BAB I DONE.pdf
Download (321kB)
5 BAB II DONE.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (513kB)
6 BAB III DONE.pdf
Download (266kB)
7 BAB IV DONE.pdf
Download (430kB)
8 BAB V DONE.pdf
Download (117kB)
9 DAFTAR PUSTAKA DONE.pdf
Download (244kB)
10 LAMPIRAN.pdf
Download (161kB)
Abstract
Al-Qur’an merupakan petunjuk dan pedoman hidup bagi seluruh umat
islam, setiap sudut kehidupan manusia sudah diatur sedemikian rupa agar berjalan
dengan baik dan tentram. Ketentraman yang dimaksud adalah bentuk dari
tenangnya hidup manusia baik dari segi jasmani maupun rohani. Dewasa ini,
ketenangan secara rohani seringkali disebut dengan kesehatan mental (mental
health), yang mana kesehatan mental itu sendiri seringkali disepelekan oleh
banyak orang. Sehingga membuat mental seseorang menjadi tidak sehat atau
terganggu (mental break down) bahkan menimbulkan perilaku atau sikap yang
tidak baik. Dalam konsepnya, Sigmund Freud menjelaskan secara rinci tentang
kesehatan mental seseorang yang berpengaruh terhadap tingkahlaku dan perilaku
seseorang. Hal ini tentunya akan ditinjau dalam pandangan Al-Qur’an.
Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengetahui konsep-konsep kesehatan
mental dalam perspektif Al-Qur’an 2). Mengetahui konsep-konsep kesehatan
mental Sigmund Freud 3). Mengetahui pandangan Al-Qur’an terhadap konsep
kesehatan mental Sigmund Freud.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian yang berupa
kajian pustaka (library research), yaitu penelitian yang melibatkan literatur
sebagai fokus dari penelitian atau semacam rangkaian kegiatan yang berkaitan
dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca, mencatat, serta mengelola
bahan penelitian.
Hasil dari penelitian ini adalah konsep kesehatan mental Sigmund Freud
bertentangan dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an menjelaskan secara gamblang bahwa
kesehatan mental dapat diperoleh dengan cara beribadah dan mendekatkan diri
kepada Allah Swt. Sedangkan Freud menjelaskan bahwa kesehatan mental akan
diperoleh jika ego mencapai kemenangan dalam pertarungan yang terjadi antara id
(das es), ego (das ich), dan superego (das uber ich). Orang-orang yang memiliki
mental yang sehat, jiwanya akan selalu dalam keadaan yang tenang, tanpa ada
pertarungan lagi di dalam batinnya.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 25 Mar 2024 00:53 |
| Last Modified: | 25 Mar 2024 00:53 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/26288 |




