Gusriah, Gusriah (2024) Dampak Bisnis Jukung Terhadap Perekonomian di Desa Pulau Sewang,Kecamata Alalak Kabupaten Barito Kuala. [Skripsi]
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf
Download (233kB)
AWAL.pdf
Download (985kB)
ABSTRAK.pdf
Download (68kB)
BAB I.pdf
Download (253kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (43kB)
BAB III.pdf
Download (93kB)
BAB IV.pdf
Download (369kB)
BAB V.pdf
Download (12kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (15kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya usaha jukung yang sudah lama
dilakukan oleh pembuat jukung di Desa Pulau Sewangi Kecamatan Alalak. Hal ini
membuat peneliti tertarik untuk mengetahui lebih dalam bagaimana para pembuat
jukung dapat mempertahankan usahanya di era sekarang walaupun perekonomian
didesa ini khususnya bagi yang mempunyai usaha jukung penjualannya cukup
mengalami penurunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
gambaran perekonomian masyarakat desa pulau sewangi, mengetahui dampak
industri jukung pada perekonomian sekitar serta untuk mengetahui faktor
penyebab menurunnya industri jukung didesa pulau sewangi.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah orang yang memiliki usaha
jukung, sedangkan objeknya adalah dampak bisnis jukung terhadap
perekonomian. Data diperoleh dengan metode observasi, wawancara dan
dokumentasi, dilakukan dengan teknik pengolahan data, dianalisis menggunakan
langkah kualitatif yang mengacu kepada landasan teori.
Hasil penelitian adalah gambaran perekonomian Desa Pulau Sewangi
bergantung pada pembuatan jukung, namun perkembangan transportasi darat yang
lebih efisien menurunkan permintaan jukung. Banyak produsen beralih ke usaha
lain seperti ojek, perdagangan, atau kerajinan tangan dari limbah kayu. Dampak
industri jukung yang pernah menjadi pilar ekonomi desa mengalami penurunan
sejak 2011, meskipun masih berdampak positif melalui pariwisata karena Desa
Pulau Sewangi ditetapkan sebagai situs Geopark Pegunungan Meratus Nasional.
Faktor-faktor seperti keterbatasan modal, kesulitan mendapatkan kayu berkualitas,
dan penurunan permintaan serta kemajuan transportasi darat menyebabkan
produsen hanya mampu memproduksi 10-16 jukung per tahun, jauh menurun dari
48 jukung per tahun pada puncaknya
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HC Economic History and Conditions |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 08 Jul 2024 06:24 |
| Last Modified: | 08 Jul 2024 06:24 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/27065 |




