Maulana, Maulana (2024) Tahadduts bi al-Ni’mah menurut Perpektif Tafsir Al�Azhar dan Al-Misbah. [Skripsi]
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf
Download (379kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (112kB)
BAB I.pdf
Download (246kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (411kB)
BAB III.pdf
Download (238kB)
BAB IV.pdf
Download (406kB)
BAB V.pdf
Download (68kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (167kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Abstract
Seiring dengan berkembangnya zaman yang sangat pesat dengan segala hal
dapat diakses secara instan, berdampak pada semakin cepatnya informasi menyebar
tanpa hambatan yang berarti. Tak terkecuali yang berkaitan dengan penyebaran
informasi tentang sesuatu yang sedang dirasakan, didapatkan maupun dijalani.
Segala sesuatu sering kali disebarkan tanpa pikir panjang, baik itu terkait dengan
sesuatu yang dimiliki, perasaan senang, gembira maupun lain sebagainya. Tak
jarang alasan yang dipakai untuk hal tersebut adalah ber-tahadduts bi al-ni’mah.
Namun pada kenyataannya malah terjebak pada perbuatan riyâ’, sehingga
perbuatan yang awalnya baik dan tujuannya baik malah berubah menjadi perbuatan
yang tidak mencerminkan perbuatan baik.
Tujuan ditulisnya penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang
penafsiran tahadduts bi al-ni’mah menurut Tafsir Al-Azhar dan Al-Misbah serta
perbedaan penafsiran pada keduanya, sehingga diharapkan para pembaca sekalian
mampu untuk memahami tentang tahadduts bi al-ni’mah.
Adapun jenis penelitian ini yakni penelitian kepustakaan (library research)
dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode deskriptif analisis
komparatif, yaitu memaparkan data yang akan diteliti kemudian menganalisisnya
secara proporsional dan komprehensif, kemudian membandingkannya dengan
menggunakan pendekatan komparatif.
Setelah dilakukan pengumpulan dan penganalisisan terhadap data yang
terkait, ditemukan bahwa pada penafsiran Hamka dan Quraish Shihab terkait
dengan ayat-ayat tahadduts bi al-ni’mah, dapat dipahami dari penafsiran keduanya
bahwa tahadduts bi al-ni’mah merupakan membagikan nikmat kepada orang lain,
menyampaikan ajaran agama kepada orang lain, memuji Allah swt. Sang Pemberi
nikmat dan mencontohkan perbuatan baik dengan niat untuk memotivasi orang lain
agar melakukan hal yang serupa.
Perbedaan yang sangat signifikan pada penafsiran Hamka dan Quraish
Shihab adalah pada penafsiran Q.S. Al-Dhuhâ/2: 11. Berawal dari perbedaan
penafsiran yang disebabkan oleh berbedanya rujukan dalam penafsiran keduanya,
maka pada hasil penafsiran kandungan makna dalam ayat tersebut menjadi
perbedaan yang sangat besar antara Hamka dan Quraish Shihab. Di antara
perbedaan kandungan ayat tersebut adalah tentang pemaknaan kata fa haddits dan
ni’mah
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 18 Jul 2024 07:23 |
| Last Modified: | 18 Jul 2024 07:23 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/27282 |




