Radinata, Abdi Yusuf (2024) Resepsi Al-Qur’an Perspektif H. Kasrani Tentang Madu sebagai Obat. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (217kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (413kB)
BAB I.pdf
Download (934kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (575kB)
BAB III.pdf
Download (639kB)
BAB IV.pdf
Download (246kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (365kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (647kB)
Abstract
Di Indonesia, ada kebudayaan Al-Qur’an yang diamalkan masyarakatnya.
Kebudayaan tersebut menggunakan ayat Al-Qur’an yang digunakan dengan
berbagai macam cara yang membuahkan tradisi seperti tahlilan, rajah, dan lain
sebagainya. Dalam kajian akademisi, fenomena tersebut dinamakan Resepsi Al�Qur’an. Di kalimantan, juga banyak penggunaan ayat Al-Qur’an yang sering
ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya menggunakan ayat dan
informasi yang terdapat dalam Al-Qur’an. Penelitian ini berusaha mengeksplorasi
kekayaan ilmu pengetahuan masyarakat di Kalimantan.
Pada penelitian ini, penulis mengeksplorasi pengetahuan pada seorang
tokoh bernama H. Kasrani di Desa Banyu Tajun Hulu, Kec. Sungai Pandan, Kab.
Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Rumusan masalah pada riset ini adalah
mencari tahu resepsi Al-Qur’an dan penerapan fungsinya tentang madu sebagai
obat yang diambil dari fenomena atau pengalaman personal seorang tokoh ahli
pengobatan alternatif yang bernama H. Kasrani.
Penelitian ini berjenis penelitian lapangan (field research) dengan
menggunakan metode dan sifat penelitian deskriptif-kualitatif. Pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah
seorang tokoh bernama H. Kasrani, sedangkan objek penelitian adalah resepsi Al�Qur’an dan prinsip penggunaan madu sebagai obat dalam pandangan H. Kasrani.
Dalam proses penelitian, penulis mengumpulkan data secara deskriptif, kemudian
dianalisis secara kualitatif, dan disimpulkan secara induktif.
Hasil penelitian ini ada dua, Pertama, H. Kasrani memahami Q.S. an-Nahl
ayat 69 dan Q.S. Muhammad ayat 15 berdasarkan pengalaman pribadi dan sosial
budaya, baik itu dari ilmu yang diwariskan maupun ilmu yang didapat melalui
orang lain. H. Kasrani mengatakan bahwa segala sumber penyakit berasal dari
lambung. Madu efektif dalam menyembuhkan penyakit pada lambung disertai tata
cara yang benar. Kedua, Madu berfungsi sebagai pencegah, mengurangi dan
menyembuhkan penyakit luar dan dalam. Namun, H. Kasrani tidak memiliki
pengalaman dalam mengobati gejala psikis seperi setres dan lain-lain. Beberapa
fungsi madu ampuh terhadap mengurangi rasa mual pada ibu dan mencegah
kerentantan bayi yang ada di dalam rahim terhadapa penyakit. Ada beberapa fungsi
madu untuk mengobati berbagai jenis penyakit, seperti penyakit lambung, paru�paru dan jantung, diabetes, flu dan batuk, virus corona, luka, tifus, sakit kepala, dan
keseleo. Namun, tidak semua jenis penyakit efektif diobati menggunakan madu,
seperti penyakit angina (angin duduk). Karena angina perlu penangan cepat agar
tidak menimbulkan kematian
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 31 Jul 2024 07:27 |
| Last Modified: | 31 Jul 2024 07:27 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/27631 |




