Ariani, Nor Weda (2024) Ayat Tiga Puluh sebagai Penangkal Gangguan Makhluk Gaib menurut Perspektif Peruqyah Syar’iyyah di Desa Banua Binjai Hulu Sungai Tengah. [Skripsi]
pernyataan keaslian tulisan .pdf
Download (70kB)
awal.pdf
Download (733kB)
abstrak.pdf
Download (178kB)
bab I .pdf
Download (209kB)
bab II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (402kB)
bab III.pdf
Download (195kB)
bab IV .pdf
Download (263kB)
bab V .pdf
Download (179kB)
daftar Pustaka .pdf
Download (215kB)
Riwayat Hidup - lampiran-lampiran .pdf
Download (1MB)
Abstract
Sesuai dengan konteks Al-Qur’an itu sendiri sebagai sarana perlindungan
diri, pertahanan dan penyembuhan. Adanya keyakinan di masyarakat apabila
membaca Al-Qur’an maka akan memperoleh perlindungan dan tercapainya
kehidupan akhirat. Perlindungan di sini ialah melindungi untuk menangkal
gangguan makhluk gaib. Penyakit yang menimpa seseorang terdiri dari penyakit
medis dan non-medis yang berhubungan dengan kejiwaan seseorang. Fenomena
yang terjadi di Desa Banua Binjai Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang sering kali
mendatangi seorang peruqyah syar’iyyah untuk menerima pengobatan penyakit
yang berada di luar medis dengan ruqyah syar’iyyah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ayat tiga puluh sebagai penangkal
gangguan makhluk gaib menurut perspektif peruqyah syar’iyyah dan mengetahui
bagaimana pemahaman seorang peruqyah syar’iyyah tentang keutamaan dan
manfaatnya untuk menangkal dan menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh
gangguan makhluk gaib. Bentuk penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan
metode deskriptif kualitatif. Sedangkan dalam pengumpulan data penelitian
dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi, dan observasi yang diperoleh
langsung dari sumber yang berkaitan dengan penelitian. Informan terdiri dari dua
orang peruqyah syar’iyyah di Banua Binjai yaitu Ustadz Gusti Irwian Hadi dan
Ustadz Maulidil Fajri.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa proses pelaksanaan ruqyah
syar’iyyah di Desa Banua Binjai Kec. Barabai Kab. Hulu Sungai Tengah memang
menggunakan ayat tiga puluh yang pelaksanaannya sesuai tuntunan syari’at Islam
yaitu memakai kalamullah yang diucapkan dengan keyakinan murni dalam hati
bahwa Allah adalah sebaik-baiknya tempat meminta perlindungan tanpa unsur
kesyirikan (meminta bantuan jin)
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 01 Aug 2024 05:35 |
| Last Modified: | 01 Aug 2024 05:35 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/27649 |




