Hastuti, Erna (2024) Gaya Hidup Hemat menurut Tafsir Fî Zhilâl Al-Qur’an Karya Sayyid Qutb dan Tafsir Al-Azhâr Karya Hamka (Studi Komparatif). [Skripsi]
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf
Download (289kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (378kB)
BAB I.pdf
Download (623kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (513kB)
BAB III.pdf
Download (561kB)
BAB IV.pdf
Download (584kB)
BAB V.pdf
Download (371kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (515kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Abstract
Globalisasi mengarah pada penyebaran nilai-nilai dan budaya tertentu di
seluruh dunia dengan dampak positif dan negatif. Dampak negatif di antaranya
meliputi: meningkatnya sifat individualis, materialistis, dan konsumerisme yang
menyebabkan pemborosan dan penggunaan uang secara berlebihan, sehingga
untuk mengatasi masalah ini, maka diperlukan gaya hidup hemat atau frugal
living. Gaya hidup hemat memang tidak disebutkan secara eksplisit di dalam Al-Qur'an, namun prinsip-prinsipnya sudah ada di dalam Al-Qur’an.
Fokus penelitian ini adalah penafsiran Sayyid Qutb dalam tafsir Fî Zhilâl
Al-Qur’an dan penafsiran Hamka dalam tafsir Al-Azhâr terhadap ayat-ayat terkait
gaya hidup hemat dalam Al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah penelitian kepustakaan (library research). Objek utama penelitian ini
berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang terkait, untuk melakukan penelitian ini penulis
menggunakan pendekatan ilmu tafsir dengan menggunakan penafsiran Sayyid
Qutb dalam tafsir Fî Zhilâl Al-Qur’an dan penafsiran Hamka dalam tafsir Al-Azhâr sebagai rujukan utama untuk menganalisis konsep gaya hidup hemat di
dalam Al-Qur’an.
Hasil penelitian tentang konsep gaya hidup hemat dalam tafsir Fî Zhilâl
Al-Qur’an Karya Sayyid Qutb dan tafsir Al-Azhâr Karya Hamka adalah bahwa
dapat ditemukan beberapa ayat Al-Qur’an yang berkesesuaian dengan konsep
gaya hidup hemat yaitu dalam Q.S Al-Furqân/25:67 yang menjelaskan prinsip
seimbang, Q.S Al-Isrâ’/17:26-27 menjelaskan larangan hidup boros (tabdzîr), Q.S
Al-Isrâ’/17:29 menjelaskan larangan bersifat kikir (bakhîl) dan Q.S.Al-a’râf/7:31
yang menjelaskan larangan untuk berlebih-lebihan (isrâf). Sayyid Qutb dan
Hamka memiliki persamaan dan perbedaan dalam menafsirkan ayat-ayat terkait
gaya hidup hemat atau frugal living. Persamaannya adalah keduanya menekankan
pentingnya konsep pertengahan dalam penggunaan harta dengan keseimbangan
dan keadilan, serta melarang penggunaan harta yang terlalu boros atau terlalu
pelit. Keduanya sepakat bahwa hemat ialah harus seimbang, tidak condong ke
salah satu ekstrem. Perbedaannya terletak pada pendekatan yang mereka gunakan:
Sayyid Qutb lebih ideologis, fokus pada keadilan sosial dan kritik terhadap sistem
ekonomi, sementara Hamka lebih kepada penerapan secara praktis dalam
kehidupan sehari-hari dengan memberikan nasihat yang relevan dengan
kehidupan. Meskipun berbeda, kedua penafsiran ini saling melengkapi dalam
memberikan pemahaman tentang gaya hidup hemat di dalam Al-Qur’an.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 08 Aug 2024 02:07 |
| Last Modified: | 08 Aug 2024 02:11 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/27693 |




