Rabiah, Rabiah (2024) Prinsip Etika Komunikasi dalam Interaksi di Media Sosial Perspektif Al-Qur'an. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (154kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (217kB)
BAB I.pdf
Download (651kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (487kB)
BAB III.pdf
Download (937kB)
BAB IV .pdf
Download (798kB)
BAB V.pdf
Download (64kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (426kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (785kB)
Abstract
Perkembangan teknologi informasi yang cepat telah meningkatkan aliran
informasi yang sulit dikendalikan serta mempermudah akses informasi yang sering
kali diterima tanpa kehati-hatian, sehingga dapat menyebabkan kesalahpahaman.
Dalam konteks ini, penting untuk menetapkan aturan etika sebagai dasar dalam
penggunaan teknologi berdasarkan pada pemahaman prinsip-prinsip etika yang
terkandung dalam al-Qur’an.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apa saja prinsip etika
komunikasi dalam al-Qur’an dan bagaimana pandangan al-Qur’an tentang etika
komunikasi dalam interaksi di media sosial. Dalam penelitian ini menggunakan
metode penelitian pustaka (library research) dengan fokus pada literatur yang
relevan dan terbukti efisien. Pengolahan data dilakukan dengan metode maudhu‟i
(tematik), yaitu metode tafsir yang memilih satu tema dalam al- Qur’an,
mengumpulkan ayat-ayat yang memiliki tema serupa, dan menafsirkannya untuk
menjelaskan makna tema tersebut. Selain itu, pendekatan komunikasi massa juga
diterapkan untuk memahami efek komunikasi di media sosial terhadap masyarakat,
termasuk pengaruh pesan yang disebarluaskan terhadap pandangan, persepsi, dan
perilaku.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an mengandung
prinsip-prinsip etika komunikasi yang penting untuk interaksi di media sosial, yaitu
ikhlas (Q.S. az-Zumar/39:2), kejujuran (Q.S. al-Baqarah/2:42), berkata positif (Q.S.
al-Isra’/17:36), tanggung jawab atas informasi (Q.S. al- Isra’/17:36), pengawasan
Allah (Q.S. al-Ḥasyr/59:18), selektivitas dan validitas (Q.S. al-Ḥujurāt/49:6), kontrol
sosial (Q.S. Āli ‘Imrān/3:104), keseimbangan berita (Q.S. an-Nisā’/4:135), dan
privasi (Q.S. al-Ḥujurāt/49:12). Dalam pandangan al- Qur’an menekankan
pentingnya kebijaksanaan dalam penggunaan media sosial, penyampaian informasi
yang benar, dan verifikasi fakta sebelum menyebarkannya (tabayyun). Selain itu, al�Qur’an melarang namîmah atau mengadu domba. Dengan menerapkan prinsip�prinsip ini, umat Islam dapat membangun lingkungan media sosial yang positif dan
harmonis sesuai dengan nilai-nilai etika Islam
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 27 Aug 2024 05:56 |
| Last Modified: | 27 Aug 2024 05:56 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/27770 |




