Rahim, Abdu (2024) Tafsir Teologis Ayat Istiwâ menurut Pemahaman Khairullah Anwar Luthfi. [Skripsi]
keaslian tulisan.pdf
Download (79kB)
Awal.pdf
Download (699kB)
Abstrak.pdf
Download (63kB)
Bab I.pdf
Download (285kB)
Bab II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (352kB)
Bab III.pdf
Download (109kB)
Bab IV.pdf
Download (319kB)
Bab V.pdf
Download (87kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (163kB)
Lampiran.pdf
Download (612kB)
Abstract
Tafsir teologis adalah karekteristik penafsiran Al-Qur’an yang ditulis oleh
sekelompok atau orang-orang tertentu yang di dalamnya memiliki substansi dasar
teologis yang dimanfaatkan untuk mendukung dan membela mazhab tertentu,
dalam hal ini telah terjadi perbedaan paham antara kelompok Asy’ariyah dan
Kelompok Salafiyah dalam memahami ayat-ayat teologis seperti ayat istiwâ .Oleh
karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman
Khairullah Anwar Luthfi yang merupakan seorang ustaz berpaham salafi terhadap
ayat istiwâ, apa argumen yang beliau gunakan untuk mendukung pemahamannya,
serta apa tipologi pemahaman Ustaz Khairullah Anwar Luthfi tentang ayat istiwâ.
Penelitian ini didesain dengan menggunakan teknik penelitian lapangan
dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan
data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis
data yang digunakan ialah reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa Khairullah Anwar
Luthfi merupakan seorang ustaz dan pengisi kajian rutin di Masjid Imam Syafi’i
Banjarmasin, beliau merupakan seorang ustaz alumni dari Universitas Islam
Madinah Fakultas Hadis pada tahun 2000–2004, gelar beliau pendidikan adalah Lc.
Adapun pemahaman Khairullah Anwar Luthfi dalam memahami ayat istiwâ adalah
memahami ayatnya sesuai zahirnya, yaitu Allah bersemayam di atas Arasynya,
adapun bagaimana bersemayamnya hanya Allah yang tahu. Dasar dari pemahaman
beliau tersebut adalah dengan menggunakan 3 kaidah dasar, yaitu itsbat, menafikan
segala kekurangan bagi Allah, tawaqquf, dan tafshîl jika memang masih
memerlukan penjelasan lebih dalam untuk bisa dipahami. Pemahaman tersebut
kemudian beliau perkuat lagi dengan menggunakan Dalil-dalil dari Al-Qur’an dan
hadis, kemudian diperkuat lagi dengan dalil secara akal dan fitrah manusia. Adapun
ulama yang menjadi rujukan beliau adalah semua ulama yang berpaham seperti
Salaf al-Shalih dan tidak terbatas hanya kepada ulama tertentu saja, namun yang
sering beliau jadikan rujukan khususnya dalam perkara akidah adalah Syekh Ibnu
Taimiyah
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 02 Sep 2024 01:14 |
| Last Modified: | 02 Sep 2024 01:14 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/27801 |




