Binti Muhamad Suhaili, Hafizah Athirah (2024) Tradisi Meletakkan Yâsîn di Kendaraan dalam Resepsi Tokoh Masyarakat Kampung Muara Tuang, Samarahan, Sarawak. [Skripsi]
Surat Pernyataan Keaslian.pdf
Download (148kB)
Muqadimah skripsi.pdf
Download (1MB)
abstrak.pdf
Download (188kB)
bab 1.pdf
Download (331kB)
bab 2 .pdf
Restricted to Repository staff only
Download (310kB)
bab 3 .pdf
Download (199kB)
bab 4 .pdf
Download (382kB)
bab 5.pdf
Download (83kB)
daftar pustaka.pdf
Download (149kB)
lampiran-lampiran.pdf
Download (1MB)
Abstract
Tradisi Meletakkan Yâsîn Dalam Kendaraan adalah sebuah tradisi yang
wujud sejak zaman dulu. Tradisi tersebut telah menjadi bagian penting dari budaya
masyarakat sehari-hari selama bertahun-tahun. Ini diwariskan dari satu generasi ke
generasi berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resepsi dari para
tokoh masyarakat di daerah Kampung Muara Tuang, kabupaten Samarahan,
provinsi Sarawak terhadap tradisi meletakkan Yâsîn dalam kendaraan untuk
memahami secara eksplisit dalam aspek tujuan dari tradisi tersebut juga perspektif
para responden tersebut terhadap Yâsîn. Penelitian ini merupakan penelitian
lapangan (field research), dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Kemudian
penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan fungsi sebagai
penggambaran yang nyata di lapangan. Sedangkan Teknik pengumpulan data
dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian, resepsi fungsional dalam Living Qur’an terhadap tradisi
meletakkan Yâsîn di kendaraan dalam resepsi tokoh Masyarakat Kampung Muara
Tuang, Samarahan, Sarawak adalah karena menurut para responden, tradisi tersebut
diamalkan oleh masyarakat di Kampung Muara Tuang tersebut dengan tujuan
menjadikan Yâsîn sebagai media pelindung diri dari musibah yang berupa
kecelakaan dan kecurian yang kemudian berdampak pada pengamal mendapatkan
keselamatan. Oleh yang demikian, penelitian ini jika dikaitkan dengan pemikiran
dari Karl Mannheim tentang Sosiologi Pengetahuan yang mencakup pada tiga
aspek yang kemudian menjawab makna-makna seperti berikut Makna Objektif,
baik para masyarakat maupun para responden sadar bahwa tradisi meletakkan Yâsîn
dalam kendaraan tersebut sudah dilakukan oleh orang sebelum mereka. Makna
Ekspresif dalam penelitian ini pula adalah para responden di Kampung Muara
Tuang tersebut meyakini Yâsîn yang mereka anggap bisa mewakili seluruh Mushaf
Al-Qur’an bisa dijadikan media pelindung diri dari musibah yakni kecurian dan
kecelakaan. Makna Dokumenter dalam penelitian ini pula para masyarakat dan
tokoh masyarakat tersebut tidak menyadari makna yang tersirat atau tersembunyi
di dalam tradisi tersebut sehingga tidak menyadari bahwa apa yang dilakukannya
merupakan suatu kegiatan Living Qur’an. Bukan itu saja, tradisi tersebut juga
adalah sebuah modifikasi dari hadis yang ditampilkan pada bab I yakni faktor
dekatnya Masyarakat terhadap Yâsîn yang bertemakan anjuran membaca yasin
terhadap orang yang wafat.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 04 Nov 2024 23:52 |
| Last Modified: | 04 Nov 2024 23:52 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/27979 |




