Ahmad, Gusti Baihaqi (2025) Elemen Ornamen Khas Banjar pada Mushaf Al-Qur’an dengan Terjemahannya Bahasa Banjar. [Skripsi]
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf
Download (261kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
abstrak.pdf
Download (107kB)
BAB I.pdf
Download (302kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (267kB)
BAB III.pdf
Download (288kB)
BAB IV.pdf
Download (1MB)
BAB V.pdf
Download (131kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (193kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Abstract
Ciri khas karya-karya Al-Qur’an yang diterjemahkan kedalam bahasa
daerah selain dapat terlihat melalui bahasanya, dapat pula dilihat dari sentuhan
ornamen-ornamen yang merepresentasikan budaya lokal tersebut. Muatan kesenian
lokal biasa dijumpai pada iluminasi ornamen mushaf-mushaf terjemahan tidak
terkecuali yang ada pada Mushaf Al-Qur’an dengan Terjemahannya Bahasa Banjar
keluaran edisi 2020. Hubungan dekat antara Masyarakat Banjar dengan agama
Islam dapat terlihat dari bagaimana mereka menuangkan pesan-pesan tersirat
melalui ragam seni ornamen yang mereka buat. Penelitian ini merupakan kajian
kualitatif yang membahas persoalan seperti: Pertama, Ornamen khas Banjar apa
saja yang digunakan pada iluminasi sesuai klasifikasi berdasarkan jenis di mana
mereka ditemukan dan digunakan; Kedua, Menelaah makna-makna yang
tersembunyi dari simbol-simbol yang digunakan pada ornamen tersebut melalui
pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce dan terakhir; Ketiga, melakukan
analisis mengenai relevansi dari makna-makna yang ditemukan dengan nilai-nilai
yang terkandung di dalam Al-Qur’an.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dari rumusan-rumusan masalah
yang ingin dicari jawabannya, ditemukan bahwasanya: Pertama, ditemukan paling
tidak sepuluh ornamen dengan dua klasifikasi dari ornamen pada Rumah Adat
Banjar dan klasifikasinya yang merupakan ornamen pada motif Kain Sasirangan,
yang Kedua, dapat dibuktikan bahwasanya ornamen-ornamen sebagai representasi
simbolis benda-benda yang ada disekitar mereka memiliki kandungan makna di
dialamnya, hal ini sesuai dengan apa yang dimukakan dari teori segitiga makna
Semiotika Charles Sanders Peirce; dan terakhir yang Ketiga, ditemukan relevansi
yang sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung pada Al-Qur’an dalam makna
makna yang terkandung pada ornamen-ornamen tersebut dan ditemukan pula
ornamen yang secara langsung mengambil pemaknaannya dari potongan ayat Al
Qur’an. Dengan demikian penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai
bagaimana hubungan antara masyarakat suku Banjar khususnya di periode di mana
ornamen-ornamen tersebut berada dalam kehidupan mereka dengan ajaran agama
Islam tidak hanya melalui fakta bahwasanya Al-Qur’an memiliki terjemahan ke
Bahasa Banjar, akan tetapi juga bisa dilihat dari kandungan makna ornamen
ornamen khas Banjar
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 22 Jan 2025 06:58 |
| Last Modified: | 22 Jan 2025 06:58 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/28289 |




