Fatimah, Siti (2024) Bacaan Al-Qur’an Dengan Aksen Bugis Dikalangan Masyarakat Desa Rantau Panjang Hilir Tanah Bumbu. [Skripsi]
SURAT PERNYATAAN PENULISAN IJAZAH.pdf
Download (3MB)
AWAL Skripsi.pdf
Download (723kB)
ABSTRAK Skripsi Sitti Fatimah 190103020408.pdf
Download (120kB)
BAB I Skripsi Sitti Fatimah 190103020408.pdf
Download (308kB)
BAB II Skripsi Sitti Fatimah 190103020408.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (442kB)
BAB III Skripsi Sitti Fatimah 190103020408.pdf
Download (293kB)
BAB IV Skripsi Sitti Fatimah 190103020408.pdf
Download (88kB)
DAFTAR PUSTAKA Sitti fatimah 190103020408.pdf
Download (143kB)
LAMPIRAN Skripsi Sitti Fatimah 190103020408.pdf
Download (1MB)
Abstract
Mempelajari Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah adalah
kewajiban bagi semua Muslim. Tidak hanya mempelajari tajwid saja namun
membaca Al-Qur’an dengan menggunakan tahsin sesuai dengan makharijul huruf
adalah keniscayaan. Pada Masyarakat Bugis membaca Al-Qur’an menggunakan
tahsin yang benar belum banyak digunakan terutama oleh para lansia, hal tersebut
dikarenakan ketika belajar Al-Qur’an Masyarakat Bugis terbiasa memakai logat
Bugis dan hal tersebut terbawa ketika belajar membaca Al-Qur’an. Contoh dari
pelafalan Masyarakat Bugis ketika membaca Al-Qur’an adalah seperti huruf alif
yang dibaca dengan alefu atau alif lam mim dibaca dengan alefu lam ming.
Mengenai hal itu penelitian ini berfokus terhadap Masyarakat Bugis di Desa
Rantau Panjang Hilir Kabupaten Tanag Bumbu guna untuk mengetahui bagaimana
Masyarakat Bugis disana mengubah membaca Al-Qur’an yang awalnya
menggunakan logat Bugis menjadi sesuai dengan tahsin dan motivasinya.
Adapun metode yang dihunakan pada penelitian ini adalah field research
dengan menggunakan penelitian kualitatif dan menggunakan teori living quran juga
teori motivasi yang mana motivasi tersebut dapat muncul dari diri sendiri dan juga
dari lingkungan.
Mengenai hasil dari penelitian ini ialah Masyarakat Bugis di Desa Rantau
Panjang Hilir sudah mendapatkan pembinaan tahsin yang mana sebenarnya mengaji
menggunakan Tahsin sudah ada sejak dulu yang dikenalkan oleh Sayyid Hasan
namun tidak semua Masyarakat kala itu menggunakan tahsin ketika mengaji.
Adapun alasan serta motivasi yang melatarbelakangi Masyarakat Bugis dalam
mempelajari dan membina Masyarakat untuk mengaji menggunakan tahsin ialah
pembinaan serta komunikasi yang bagus dari Masyarakat lain yang sudah mengaji
menggunakan tahsin sehingga lingkungan yang kondusif memberikan pengaruh
positif dan akhirnya Masyarakat berkeinginan mempelajari tahsin. Kesimpulan dari
penelitian di atas ialah Masyarakat Bugis sudah terbuka untuk pembinaan mengaji
vi
menggunakan tahsin walaupun ada beberapa kendala namun hal tersebut tidak
menghambat motivasi Masyarakat untuk tetap belajar
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 23 Jan 2025 03:06 |
| Last Modified: | 23 Jan 2025 03:06 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/28318 |




