Rahima, Gina (2025) Komunikasi Ayah dan Anak Menurut Al-Qur'an Perspektif Wahbah al-Zuhayli dalam Tafsir al-Munîr. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (100kB)
AWAL.pdf
Download (847kB)
ABSTRAK.pdf
Download (142kB)
BAB I.pdf
Download (320kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (423kB)
BAB III.pdf
Download (419kB)
BAB IV.pdf
Download (827kB)
BAB V.pdf
Download (181kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (227kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (305kB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji komunikasi ayah dan anak menurut perspektif
Wahbah al-Zuhayli dalam tafsirnya, al-Tafsîr al-Munîr. Latar belakang penelitian
ini dilandasi oleh fenomena fatherless yang semakin marak terjadi, di mana
ketiadaan figur ayah dalam kehidupan anak berdampak signifikan pada
perkembangan psikologis dan moral mereka. Dalam Islam, ayat-ayat Al-Qur'an
banyak menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam mendidik dan membimbing
anak-anak, seperti yang tergambar dalam kisah Nabi Ibrahîm, Nabi Ya’qûb, Nabi
Syu’aib, Nabi Nûh dan Luqmân sebagai sosok teladan yang baik. Juga Nabi
Ibrahîm dan ayahnya yang dapat diambil pembelajaran dari kisahnya dengan fokus
pada penafsiran dari Wahbah al-Zuhayli dan relevansi dari ayat-ayat yang
ditafsirkan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan
(library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan sosio-historis untuk
menganalisis konteks budaya dan politik yang mempengaruhi pemikiran beliau.
Hasil penelitian terdapat 51 ayat dalam Al-Qur'an yang membahas
komunikasi antara ayah dan anak, tersebar di 11 tempat yang mencakup kisah Nabi
Ibrahim dan Ismail, Nabi Ya’qub dan Yusuf, Nabi Nuh dan anaknya, Luqman dan
putranya, serta Nabi Syu’aib dan putrinya. Melalui tafsir Wahbah al-Zuhayli,
penelitian ini menghubungkan metode komunikasi dakwah dengan interaksi ayah
dan anak, menggunakan tiga metode utama. Pertama, metode hikmah menekankan
penyampaian pesan yang mendalam dan rasional terhadap anak. Kedua, metode
mau’izhah hasanah penuh dengan kasih sayang untuk memberikan nasihat lembut
yang mempererat hubungan emosional antara ayah dan anak. Dan ketiga metode
mujâdalah, dengan diskusi logis, mendorong keterbukaan dan berpikir kritis.
Ketiga metode ini menjadi penting untuk mengatasi fenomena fatherless, yang
marak terjadi dan berdampak pada kesehatan psikologis serta pendidikan anak.
Komunikasi yang intens dan efektif dari ayah dapat memperkuat hubungan dengan
anak, sehingga penelitian ini menjadi refleksi bagi para ayah untuk lebih berperan
dalam membimbing anak mereka melalui komunikasi yang relevan dan bermakna
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 24 Jan 2025 08:39 |
| Last Modified: | 24 Jan 2025 08:39 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/28374 |




