Sattariya, Noor Rizqy (2025) Konsep Ulama Perspektif Al-Qur’an: Studi Komparatif Penafsiran Fakhruddin al-Razi dan Yunan Yusuf. [Skripsi]
Pernyataan Keaslian Tulisan.pdf
Download (363kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
Abstrak.pdf
Download (672kB)
BAB I.pdf
Download (478kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (476kB)
BAB III.pdf
Download (435kB)
BAB IV.pdf
Download (720kB)
BAB V.pdf
Download (192kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (245kB)
Lampiran.pdf
Download (1MB)
Abstract
Istilah ulama bukanlah sesuatu yang asing bagi umat Islam, mengingat
peran penting yang mereka miliki dalam membimbing kehidupan beragama dan
sosial. Namun, pemahaman mengenai siapa yang dapat disebut sebagai ulama,
sering kali diartikan secara sempit oleh masyarakat. Padahal, jika merujuk pada Al�Qur’an maka akan ditemui bahwa ulama memiliki makna yang jauh lebih luas.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ulama dalam Al-Qur’an dengan
fokus pada penafsiran dua mufasir, yaitu Fakhruddin al-Razi dan Yunan Yusuf,
melalui pendekatan komparatif terhadap Q.S. Al-Syu’arâ`/26:197 dan Q.S.
Fâthir/35:27-29. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library
research) dengan teknik deskriptif komparatif untuk membandingkan penafsiran
kedua tokoh. Data primer diperoleh dari kitab Tafsir Mafâtih al-Ghaib karya
Fakhruddin al-Razi serta Tafsir Al-Qur’an Juz XIX dan Juz XXII karya Yunan
Yusuf. Teknik analisis data melibatkan identifikasi, deskripsi, dan perbandingan
penafsiran kedua tokoh terhadap ayat-ayat yang membahas konsep ulama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Fakhruddin al-Razi maupun
Yunan Yusuf sepakat bahwa ulama adalah individu yang memiliki pengetahuan
mendalam yang mengantarkan pada rasa takut (khasyyah) kepada Allah. Keduanya
sepakat bahwa ulama adalah figur yang memiliki integritas ilmu, amal, dan
ketakwaan yang harmonis kepada Allah Swt. Yunan Yusuf menafsirkan ulama
sebagai individu yang tidak hanya ahli dalam ilmu agama, tetapi juga dalam ilmu
umum seperti sains dan kedokteran, selama ilmu tersebut mendekatkan seseorang
kepada Allah. Sementara itu, Fakhruddin al-Razi memaknai ulama sebagai mereka
yang mendalami ilmu agama dan memahami kebesaran Allah sehingga melahirkan
ketakwaan. Perbedaan mendasar terletak pada pendekatan yang digunakan. Yunan
Yusuf menggunakan metode tahlili dengan pendekatan al-adabî al-ijtimâ’î,
sementara Fakhruddin al-Razi menggunakan metode tahlîlî dengan pendekatan
lughawî (kebahasaan)
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 31 Jan 2025 07:44 |
| Last Modified: | 31 Jan 2025 07:44 |
| URI: | http://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/28421 |




