Hanggarwani, Lita (2025) Studi Intertekstual atas Novel di Waktu Duha Karya JaisiQ dengan Ayat-Ayat Al-Qur’an. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (225kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (106kB)
BAB I.pdf
Download (263kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (310kB)
BAB III.pdf
Download (215kB)
BAB IV.pdf
Download (449kB)
BAB V.pdf
Download (94kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (187kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Abstract
Novel seringkali mengadaptasi ajaran Islam, salah satunya dari ayat-ayat al
Qur’an, dalam membangun karakter, konflik, dan penyelesaian cerita. Salah satu
novel yang memuat ajaran al-Qur’an adalah novel Di Waktu Duha karya JaisiQ.
Pesan spiritual yang secara tersirat disampaikan dalam cerita dapat memotivasi para
pembaca untuk mendekatkan diri kepada Allah serta menerapkan nilai-nilai
kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga penting untuk memahami
bagaimana teks sastra berinteraksi dengan al-Qur’an dalam membentuk makna dan
pesan moral.
Penelitian ini bertujuan untuk membahas ayat-ayat al-Qur’an apa saja yang
diposisikan menjadi hipogram dari novel Di Waktu Duha karya JaisiQ dan
bagaimana pola intertekstual yang berlangsung antara keduanya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.
Teknik pengumpulan data dengan studi literatur, yaitu dengan memilih,
mengumpulkan dan menganalisis data dari novel Di Waktu Duha karya JaisiQ dan
ayat-ayat al-Qur’an sebagai objek material, serta kitab-kitab tafsir.
Penelitian ini menemukan bahwa terdapat 18 ayat al-Qur’an yang menjadi
hipogram. Dalam aspek tauhid: Q.S. Al-Syu‘arâ`/26: 78, Q.S. Al-Taubah/9: 104,
Q.S. Yâsîn/36: 82, Q.S. Al-Ra‘d/13: 28, Q.S. Al-Nahl/16: 18, Q.S. Al-Baqarah/2:
29 dan Q.S. Ibrâhîm/14: 32. Dalam aspek hukum (ahkâm): Q.S. Al-Mâ`idah/5: 6,
Q.S. Al-Baqarah/2: 238 dan Q.S. Al-Nûr/24: 30. Dalam aspek peringatan (tadzkîr):
Q.S. Al-Nisâ`/4: 78, Q.S. Al-A’râf/7: 34, Q.S. Thâhâ/20: 124, Q.S. Al-Thalâq/65:
2, Q.S. Ghâfir/40: 39, Q.S. Al-Nûr/24: 26, Q.S. Al-Thalâq/65: 4, Q.S. Al
Baqarah/2: 148. Adapun pengarang menggunakan tiga pola intertekstual untuk
menerapkan hipogram dalam teks transformasinya, yaitu pola ekspansi, modifikasi,
dan ekserp. Pola ekspansi digunakan oleh pengarang teks transformasi dengan
merubah gramatikal, mengembangkan dan menambah suatu unsur dari
hipogramnya. Adapun pola modifikasi digunakan pengarang dengan melakukan
perubahan pada linguistiknya. Adapun pola ekserp digunakan pengarang dengan
mengutip dan mengambil intisari dari hipogramnya. Terkadang juga ia
menghilangkan sebagian unsur dari hipogramnya.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 20 Jun 2025 06:39 |
| Last Modified: | 20 Jun 2025 06:39 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/29047 |




