EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR

Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (Advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri

Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.


Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses, cari dan lainnya

Makna Nûr, Dhiyâ, dan Sirâj dalam Al-Qur’an: Analisis Sinonimitas Terhadap Tafsir Al-Kasysyâf Karya Al-Zamakhsyarî

Fahmi, Anwar (2025) Makna Nûr, Dhiyâ, dan Sirâj dalam Al-Qur’an: Analisis Sinonimitas Terhadap Tafsir Al-Kasysyâf Karya Al-Zamakhsyarî. [Skripsi]

[thumbnail of PERNYATAAN.pdf] Text
PERNYATAAN.pdf

Download (188kB)
[thumbnail of AWAL.pdf] Text
AWAL.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (134kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (378kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (338kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (434kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (195kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (194kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari keunikan bahasa Al-Qur’an
yang kaya akan sinonimitas, di mana beberapa kata yang tampak memiliki makna
serupa ternyata memiliki nuansa dan konteks penggunaan yang berbeda. Salah satu
contohnya adalah kata-kata nûr, dhiyâ, dan sirâj yang sering diterjemahkan sebagai
"cahaya". Meskipun memiliki makna dasar yang sama, setiap kata digunakan dalam
konteks yang berbeda, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah ketiga kata ini
benar-benar sinonim atau memiliki perbedaan semantik yang signifikan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna masing-masing kata
dalam Al-Qur’an dengan menganalisisnya melalui pendekatan tafsir al-Kasysyâf
karya al-Zamakhsyarî. Tafsir ini dipilih karena pendekatannya yang sangat
menekankan aspek kebahasaan dan retorika dalam Al-Qur’an. Selain itu, penelitian
ini juga ingin mengeksplorasi bagaimana konsep sinonimitas (tarâduf) dalam
bahasa Arab diterapkan dalam Al-Qur’an dan bagaimana pemilihan kata-kata
tertentu dalam kitab suci ini mempengaruhi pemahaman makna yang lebih dalam.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif
dengan pendekatan kepustakaan (library research). Analisis dilakukan dengan
menggunakan pendekatan semantik, yang berfokus pada relasi makna antar kata
serta konteks penggunaannya dalam ayat-ayat Al-Qur’an.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ketiga kata tersebut
memiliki arti dasar sebagai "cahaya", terdapat perbedaan dalam penggunaannya.
Nûr lebih mengacu pada cahaya yang lembut dan bersifat pantulan, seperti cahaya
bulan atau cahaya petunjuk Allah yang bersifat spiritual. Dhiyâ menggambarkan
cahaya yang lebih intens dan memiliki unsur panas, seperti cahaya matahari yang
bersinar kuat dan membakar. Sementara itu, sirâj merujuk pada sumber cahaya
yang memancarkan sinarnya sendiri, seperti matahari itu sendiri yang disebut
sebagai sirâj dalam Al-Qur’an.
Dalam tafsir al-Kasysyâf, al-Zamakhsyarî menekankan bahwa setiap istilah
dipilih dengan presisi yang tinggi, mencerminkan makna yang lebih dalam sesuai
dengan konteksnya. Hal ini menunjukkan bahwa sinonimitas dalam Al-Qur’an
tidak hanya bersifat leksikal, tetapi juga memiliki dimensi semantik yang kaya dan
kompleks. Hal menarik dari penelitian ini adalah bagaimana Al-Qur’an
menggunakan istilah-istilah dengan ketelitian linguistik yang luar biasa, sehingga
setiap kata memiliki fungsi dan pesan yang khas dalam strukturnya.

Item Type: Skripsi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Sri YF
Date Deposited: 23 Jun 2025 07:16
Last Modified: 23 Jun 2025 07:16
URI: https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/29065

Actions (login required)

View Item
View Item