EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR

Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (Advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri

Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.


Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses, cari dan lainnya

Manifestasi Resiliensi Nabi Musa as. Perspektif Al-Qur’an

Choiriyah, Nurul (2025) Manifestasi Resiliensi Nabi Musa as. Perspektif Al-Qur’an. [Skripsi]

[thumbnail of PERNYATAAN.pdf] Text
PERNYATAAN.pdf

Download (398kB)
[thumbnail of AWAL.pdf] Text
AWAL.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (189kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (679kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (729kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (815kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (673kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (294kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (414kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB)

Abstract

Dalam dinamika sosial, manusia pasti akan mengalami problematika pada
setiap perkembangannya selama ia hidup, baik secara fisik, maupun mental, yang
tidak dapat diprediksi kapan terjadinya. Resiliensi menjadi penting untuk dibahas
agar individu dapat memahami dan mengatasi tantangan kesehatan mental dalam
menghadapai probematika kehidupan. Resiliensi menarik untuk dikaji dari
perspektif agama, sebab salah satu fungsi dari agama adalah untuk menjaga
kesehatan pemeluknya. Islam sebagai agama tentu perduli atas kesehatan mental,
bahkan dalam Al-Qur’an melalui pentunjuk ayat-ayat-Nya, Allah swt. memberi
cara mengatasinya dan melalui kisah Nabi Musa as. karakter relisiensnya dapat
dijadikan teladan. Nabi Musa as. dipilih sebagai fokus dalam penelitian ini karena
beliau merupakan salah satu Nabi ûlul ‘azmi yang mengalami berbagai ujian
kompleks dalam bentuk penindasan, penolakan dakwah, hingga krisis kepercayaan
dari kaumnya sendiri. Keunikan kisah hidup Nabi Musa yang melibatkan
konfrontasi langsung dengan otoritas zalim (Fir’aun), pengkhianatan umat (anak
lembu emas), serta ujian ilmu dan kesabaran saat berguru kepada Khidir,
menjadikannya sebagai figur yang sangat relevan dijadikan teladan resiliensi lintas
zaman. Dalam pemecahan masalah, penulis menggunakan bantuan kitab tafsir Al
Munîr karya Wahbah az-Zuhaylî, kitab tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab,
kitab tafsir Fî Zhîlalil Qur’an karya Sayyid Qutub, kitab tafsir An-Nur karya
Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy, dan kitab tafsir Al-Azhar karya Buya
Hamka.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manifestasi resiliensi Nabi Musa
as. ketika menghadapi ujian, dan mengetahui relevansi resiliensi Nabi Musa as.
dalam Al-Qur’an dengan konteks kehidupan modern. Adapun jenis penelitian yang
digunakan, yaitu penelitian kepustakaan (library research) atau studi pustaka
dengan menggunakan teknik dokumentasi dalam pengumpulan data. Menggunakan
metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif kulaitatif untuk
menguraikan hasil penelitian. Menggunakan metode penafsiran mawdhû’îy dengan
pendekatan pragmatis dan adabi al ijtima’i untuk mengupas makna ayat dan
relevansinya dengan konteks kehidupan modern berdasarkan data berupa ayat dan
penafsiran, sehingga data, hasil, dan analisa yang didapatkan sitematis dan relevan
dengan pokok permasalahan yang telah ditentukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi Nabi Musa as. terwujud
melalui kesabaran, jiwa besar, optimisme, dan keberanian dalam tiga episode
utama, yaitu: (1) Q.S. Thâhâ/20: 40-41 yang mengisahkan tentang proses resiliensi
vii
nabi dari bayi hingga diangkat sebagai rasul oleh Allah swt., (2) Q.S. Al-A’râf/7:
148-154 yang mengisahkan tentang ujian nabi atas kaumnya yang berpaling
menyembah patung anak lembu emas, dan (3) Q.S. Al-Kahf/18: 65-82 yang
mengisahkan tentang bergurunya nabi dengan Khidir,
Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa resiliensi Nabi Musa as.
memiliki relevansi dalam konteks kehidupan modern, terutama dalam menghadapi
tekanan hidup, tantangan kepemimpinan, serta proses belajar dan beradaptasi.
Keteladanan Nabi Musa as. memberi inspirasi bahwa ketahanan mental dan
spiritual bukan hanya dapat dibangun melalui kekuatan individu dalam menghadapi
kenyataan, tetapi juga melalui iman, dan kemauan untuk belajar

Item Type: Skripsi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Yoe Oden
Date Deposited: 30 Jun 2025 03:01
Last Modified: 30 Jun 2025 03:01
URI: https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/29135

Actions (login required)

View Item
View Item