Astuti, Vegi Dewi (2025) Pemahaman Ulama Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara Terhadap Q.S. Al-Baqarah Ayat 233 Tentang Tanggung Jawab Keluarga. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (236kB)
AWAL.pdf
Download (2MB)
ABSTRAK.pdf
Download (77kB)
BAB I.pdf
Download (267kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (265kB)
BAB III.pdf
Download (210kB)
BAB IV.pdf
Download (259kB)
BAB V.pdf
Download (94kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (163kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (12MB)
Abstract
Latar belakang penelitian ini berfokus pada pemahaman ulama Sungai
Pandan dalam memahami konteks ayat Q.S al-Baqarah ayat 233 mengenai
tanggungjawab ayah dalam memberikan nafkah serta kewajiban ibu dalam
menyusui dan merawat anak.
Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan, pengumpulan data mengunakan wawancara mendalam. Tujuan dari
pendekatan ini adalah untuk mengali dan memahami secara mendalam
pemahaman ulama Sungai Pandan terhadap Q.S al-Baqarah ayat 233 tentang
tanggung jawab keluarga. Pendekatan kualitatif dipilih karena bersifat deskriptif
dan berupaya menjelaskan makna dalam konteks sosial-budaya dimasyarakat.
Hasil penelitian ini membahas tanggung jawab keluarga sebagaimana
dijelaskan dalam Q.S. al-Baqarah ayat 233, khususnya mengenai kewajiban orang
tua selama masa penyusuan anak. Ayat ini menegaskan bahwa ibu memiliki
kewajiban untuk menyusui anaknya selama dua tahun penuh bagi yang ingin
menyempurnakan penyusuan, sementara ayah bertanggung jawab memberikan
nafkah dan pakaian secara layak kepada ibu selama masa tersebut. Selain itu,
proses penyapihan anak harus dilandasi oleh kesepakatan kedua orang tua. Para
informan dalam penelitian ini umumnya memahami ayat tersebut sebagai
landasan moral dan finansial dalam pemenuhan hak anak dan ibu, serta sebagai
penguatan atas pentingnya peran ayah dalam menjaga kesejahteraan keluarga
selama masa menyusui.
Pemahaman ulama Sungai Pandan dalam kontekstualisasi di masyarakat
menekankan bahwa menyusui adalah hak penuh ibu terhadap anaknya. Tanggung
jawab ayah yang lebih ditekankan serta kemampuan untuk memberikan
kenyamanan bagi keluarga. Dalam konteks kekinian, para ulama memandang
bahwa pelaksanaan tanggung jawab ini perlu adanya pertimbangkan faktor
kesehatan, kondisi ekonomi, serta situasi masing-masing keluarga. Oleh karena
itu, peran ayah dan ibu tetap harus dijalankan sesuai dengan tuntunan Al-Qur‟an
namun dengan pendekatan yang realistis dan relevan dengan zaman
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 25 Jul 2025 07:56 |
| Last Modified: | 25 Jul 2025 07:56 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/29785 |




