EMT, Galuh Sya’banunisa (2025) Pengembangan Buku Saku Tumbuhan Obat di Desa Mawar Mekar Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (225kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (140kB)
BAB I.pdf
Download (355kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (506kB)
BAB III.pdf
Download (577kB)
BAB IV.pdf
Download (537kB)
BAB V.pdf
Download (155kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (176kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (5MB)
Abstract
Masyarakat Desa Mawar Mekar secara turun-temurun memanfaatkan
tumbuhan sebagai obat tradisional, namun minat generasi muda terhadap
penggunaan ini mulai menurun. Oleh karena itu, perlu dibuat dokumentasi dalam
bentuk buku saku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tumbuhan
obat, cara pemanfaatannya oleh masyarakat, serta validitas buku saku tumbuhan
obat di Desa Mawar Mekar Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan desain
Educational Design Research (EDR) dengan pendekatan penelitian kualitatif dan
kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan produk berupa buku saku yang
dikembangkan berdasarkan hasil penelitian lapangan tentang tumbuhan obat di
Desa Mawar Mekar. Produk diuji validitasnya dengan Evaluasi Formatif Tessmer
(1993). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan
snowball sampling. Teknik pengumpulan data mengunakan observasi,
wawancara, dokumentasi, dan angket. Teknik analisis data menggunakan teknik
analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif.
Hasil penelitian ditemukan 13 tumbuhan obat yang dimanfaatkan di Desa
Mawar Mekar Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas yaitu sirsak (Annona
muricata L.), jambu biji (Psidium guajava L.), serai (Cymbopogon citratus L.),
gelinggang (Cassia alata L.), benalu (Dendrophthoe pentandra), sirih (Piper betle
L.), cocor bebek (Kalanchoe pinnata L.), kumis kucing (Orthosiphon aristatus),
kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), bakung (Crinum asiaticum L.), laos
(Alpinia galanga L.), daun karuk (Piper sarmentosum), dan belimbing wuluh
(Averrhoa bilimbi L.). Cara pengolahan tumbuhan sebagai obat yaitu direbus,
diremas-remas, dikunyah, ditumbuk, dibakar, diparut, dan direndam air hangat.
Berdasarkan hasil uji validitas diperoleh buku saku dinyatakan dapat digunakan
dengan persentase hasil validitas ahli materi sebesar 75% dan validitas ahli media
sebesar 72,43% dengan kategori valid yaitu boleh digunakan dengan revisi kecil,
validitas ahli bahasa sebesar 91,66% dengan kategori sangat valid yaitu sangat
baik untuk digunakan. Persentase rata-rata sebesar 79,69% dengan kategori valid.
Hal ini berarti buku saku yang dikembangkan boleh digunakan dengan revisi
kecil
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Tadris Biologi |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 28 Jul 2025 00:47 |
| Last Modified: | 28 Jul 2025 00:50 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/29815 |




