Safitri, Maisarah (2025) Penggunaan Ayat-Ayat Al-Qur’an dalam Tradisi Bapidara di Desa Tinggiran Baru Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (126kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (160kB)
BAB I.pdf
Download (372kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (509kB)
BAB III.pdf
Download (243kB)
BAB IV.pdf
Download (604kB)
BAB V.pdf
Download (196kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (252kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Abstract
Al-Qur’an memegang peranan yang sangat fundamental dalam kehidupan
umat Islam, tidak hanya dipandang sebagai kitab suci yang berisi hukum-hukum
syariat dan petunjuk hidup, tetapi juga sebagai sumber kekuatan spiritual, moral,
dan psikologis yang menyentuh berbagai dimensi kehidupan manusia. Dalam
konteks budaya masyarakat muslim tradisional, ayat-ayat Al-Qur’an tidak hanya
dijadikan bacaan untuk ibadah ritual formal seperti shalat, tetapi juga digunakan
secara aktif dalam kehidupan sehari-hari untuk berbagai tujuan praktis yang bersifat
spiritual.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Metode yang
digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropologi agama. Data
dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, serta
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan melakukan
interpretasi dan penyusunan secara sistematis terhadap data yang telah
dikumpulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan ayat-ayat Al
Qur'an dalam tradisi bapidara yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tinggiran
Baru, Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan tradisi bapidara di
Desa Tinggiran Baru, ayat-ayat Al-Qur’an dijadikan sebagai bacaan utama dalam
mantra atau doa yang dilafalkan oleh seorang penanamba. Ayat-ayat tersebut
digunakan dalam rangka ritual penyembuhan dan permohonan perlindungan
kepada Allah SWT. dari penyakit non-medis atau gangguan yang dipercaya berasal
dari makhluk halus. Tradisi ini memiliki motif yang beragam dan termasuk
fenomena yang relevan dengan resepsi living Qur’an, tafâ’ul dan iqtibâs.
Masyarakat meyakini bahwa penggunaan ayat-ayat suci ini bukan hanya sebagai
bentuk ikhtiar lahiriah, tetapi juga sebagai wujud keimanan dan pelestarian nilai
nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi
bapidara di Desa Tinggiran Baru merupakan bentuk akulturasi antara ajaran Islam
dengan budaya lokal, yang memperlihatkan bagaimana ayat-ayat Al-Qur’an
dimaknai dan diimplementasikan dalam konteks tradisi masyarakat Banjar secara
harmonis
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 28 Jul 2025 08:06 |
| Last Modified: | 28 Jul 2025 08:06 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/29844 |




