Karim, Ahmad Zafirul (2025) Ayat-Ayat Resiliensi dalam Pemahaman Mahasiswa Program Khusus Ulama (PKU) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin. [Skripsi]
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN-AHMAD ZAFIRUL KARIM.pdf
Download (247kB)
AWAL-AHMAD ZAFIRUL KARIM.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK-AHMAD ZAFIRUL KARIM.pdf
Download (219kB)
BAB I-AHMAD ZAFIRUL KARIM.pdf
Download (416kB)
BAB II-AHMAD ZAFIRUL KARIM.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (367kB)
BAB III-AHMAD ZAFIRUL KARIM.pdf
Download (281kB)
BAB IV-AHMAD ZAFIRUL KARIM.pdf
Download (406kB)
BAB V-AHMAD ZAFIRUL KARIM.pdf
Download (228kB)
DAFTAR PUSTAKA-AHMAD ZAFIRUL KARIM.pdf
Download (235kB)
LAMPIRAN-AHMAD ZAFIRUL KARIM.pdf
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemahaman, implementasi, dan
relevansi ayat-ayat resiliensi dalam al-Qur’an yakni sabar, tawakkal, dan optimisme
dalam kehidupan mahasiswa Program Khusus Ulama (PKU) Fakultas Ushuluddin
dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin. Latar belakang penelitian ini berpijak
pada pentingnya resiliensi sebagai kekuatan mental dan spiritual dalam menghadapi
tantangan akademik dan sosial yang kompleks di era kontemporer. Meskipun
mahasiswa PKU mendapatkan pembinaan keislaman secara intensif, belum banyak
diketahui bagaimana nilai-nilai resiliensi Qur’ani mereka pahami dan praktikkan
secara nyata.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
fenomenologi, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap
enam informan mahasiswa PKU. Data dianalisis secara tematik untuk
mengidentifikasi pola-pola pemaknaan, bentuk implementasi, dan persepsi
relevansi nilai-nilai resiliensi yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa PKU memahami ayat-ayat
resiliensi secara kontekstual dan spiritual. Nilai sabar diterapkan dalam menghadapi
tekanan akademik dan relasi sosial, tawakkal dipraktikkan setelah usaha maksimal
dalam situasi yang tidak pasti, sedangkan optimisme menjadi sumber daya mental
dalam menghadapi kegagalan dan menjaga semangat hidup. Ketiga nilai tersebut
membentuk pola resiliensi yang saling terkait. Para informan juga menilai bahwa
ayat-ayat resiliensi sangat relevan dalam menghadapi dinamika kehidupan
kontemporer, termasuk tekanan emosional, tantangan teknologi, dan ekspektasi
sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa resiliensi Qur’ani bukan
sekadar konsep teologis, melainkan telah menjadi fondasi praktik kehidupan yang
membentuk ketahanan spiritual, psikologis, dan sosial mahasiswa PKU secara
terpadu.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 04 Aug 2025 06:30 |
| Last Modified: | 04 Aug 2025 06:30 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/29995 |




