Zahra, Azizatuz (2025) Pemaknaan Ayat-Ayat dalam Film Perjalanan Pembuktian Cinta (Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure). [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (226kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (177kB)
BAB I.pdf
Download (359kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (371kB)
BAB III.pdf
Download (403kB)
BAB IV.pdf
Download (495kB)
BAB V.pdf
Download (216kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (191kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Abstract
Film religi kini menjadi medium populer dalam menyampaikan ajaran
Islam, termasuk melalui penyisipan ayat-ayat Al-Qur'an. Film Perjalanan
Pembuktian Cinta menyajikan ayat suci tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi
sebagai bagian integral dari alur cerita yang mendalam. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui bentuk penyajian ayat Al-Qur’an dalam film, menganalisis
maknanya melalui teori semiotika Ferdinand de Saussure, serta menilai kesesuaian
pesan film dengan makna ayat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif
dengan pendekatan semiotika.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat dalam film tidak hanya disajikan
secara verbal dan visual, tetapi juga secara simbolik, afektif, dan fungsional.
Penyajian ayat tidak terbatas pada kutipan teks, melainkan menyatu dengan
dinamika tokoh, suasana emosional, dan perkembangan cerita. Hal ini menjadikan
ayat-ayat tersebut hidup dalam konteks naratif dan memberikan kedalaman spiritual
yang relevan dengan pengalaman karakter. Analisis semiotika menunjukkan bahwa
makna ayat dibangun melalui hubungan antara penanda visual, verbal, dan gestural
dengan petanda konseptual yang terkandung dalam ayat. Q.S. Al-Humazah:1
direpresentasikan sebagai kritik terhadap perilaku mencela dan merasa paling benar
dalam menyampaikan dakwah; Q.S. Hūd:28 ditampilkan sebagai refleksi atas
pentingnya menghargai kebebasan kehendak dalam pengambilan keputusan; Q.S.
Al-An‘ām:162 digunakan untuk menekankan kesadaran spiritual tentang
pentingnya
keikhlasan
dalam beribadah; sedangkan Q.S. Al-Ḥajj:46
divisualisasikan melalui simbol tokoh tunanetra yang merepresentasikan kejernihan
hati di tengah krisis batin.
Adapun kesesuaian pesan film dengan makna ayat menunjukkan adanya
harmoni yang kuat. Setiap ayat tidak hanya ditempatkan secara tepat dalam konteks
cerita, tetapi juga dimaknai secara mendalam dan relevan dengan konflik tokoh.
Film tidak menjadikan ayat sebagai hiasan, melainkan sebagai sumber makna yang
menuntun perubahan karakter, menyelesaikan konflik, dan menyampaikan pesan
Al-Qur’an secara hidup dan bertanggung jawab
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 08 Aug 2025 08:04 |
| Last Modified: | 08 Aug 2025 08:04 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/30027 |




