Immanudin, Muhammad Fiqri (2025) Isim Isyȃrah dalam QS. Al-Baqarah Ayat 2: Studi Tafsir M. Quraish Shihab dan Adi Hidayat di YouTube. [Skripsi]
Pernyataan Keaslian Tulisan.pdf
Download (186kB)
Awal.pdf
Download (1MB)
Abstrak.pdf
Download (162kB)
Bab I.pdf
Download (451kB)
Bab II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (550kB)
Bab III.pdf
Download (481kB)
Bab IV.pdf
Download (552kB)
Bab V.pdf
Download (184kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (238kB)
Lampiran.pdf
Download (491kB)
Abstract
Penelitian ini berjudul “Isim Isyârah dalam QS. al-Baqarah Ayat 2: Studi Tafsir M.
Quraish Shihab dan Adi Hidayat di YouTube.” Al-Qur’an merupakan kitab suci
umat Islam yang memiliki keindahan bahasa dan kedalaman makna. Salah satu
unsur kebahasaan yang menarik dikaji adalah isim isyârah (kata tunjuk), karena
dapat memengaruhi makna linguistik, retoris, dan teologis dalam ayat-ayat Al
Qur’an. Pada QS. al-Baqarah [2]: 2, penggunaan kata “َ كِل ٰ ذ (dzâlika)” yang berarti
“itu” mengandung makna simbolik tentang kemuliaan dan ketinggian Al-Qur’an
sebagai wahyu ilahi. Di era digital, kajian tafsir tidak hanya disampaikan melalui
kitab cetak, tetapi juga melalui media online seperti YouTube. Dua mufasir
kontemporer, M. Quraish Shihab dan Adi Hidayat, aktif menafsirkan Al-Qur’an
melalui media tersebut dengan pendekatan dan gaya yang berbeda. Oleh karena itu,
penelitian ini penting dilakukan untuk memahami bagaimana keduanya
menafsirkan isim isyârah dzâlika dalam QS. al-Baqarah [2]: 2 serta untuk melihat
corak, metode, dan karakteristik penafsiran mereka dalam konteks dakwah digital.
Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan makna dzâlika dalam ayat tersebut serta
menganalisis pendekatan dan karakteristik penafsiran dua mufasir kontemporer.
Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan unsur perbandingan
(komparatif), adapun pendekatannya digunakan deskriptif-analitis. Data primer
dari dokumentasi kajian di YouTube dan data sekunder dari kitab tafsir serta
literatur terkait. Analisis dilakukan berdasarkan teori semantik (Toshihiko Izutsu)
dan teori pragmatik (Herbert Paul Grice).
M. Quraish Shihab menjelaskan makna dzâlika al-kitâb secara mendalam dan
sistematis dengan merujuk pada tafsir al-Mishbah. Sedangkan Adi Hidayat, dengan
gaya populer dan komunikatif. keduanya sama-sama menjelaskan bahwa dzâlika
bukan sekadar penunjuk jauh, melainkan simbol kemuliaan wahyu dan otoritas
kebenaran Ilahi.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 10 Nov 2025 06:19 |
| Last Modified: | 10 Nov 2025 06:19 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/30181 |




