Rusmaryanti, Aulia (2025) Penggunaan Surah Al-Anbiya Ayat 69 untuk Mengobati Penyakit oleh Guru Hasbullah di Desa Pembuang Hulu II Kec. Hanau, Kab. Seruyan, Kalimantan Tengah. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (313kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (290kB)
BAB I.pdf
Download (482kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (797kB)
BAB III.pdf
Download (397kB)
BAB IV.pdf
Download (543kB)
BAB V.pdf
Download (1MB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (1MB)
LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Abstract
Al-Qur‟an sebagai kitab suci umat Islam tidak hanya berfungsi sebagai
pedoman hidup, tetapi juga diyakini memiliki kekuatan spiritual untuk
menyembuhkan berbagai penyakit, baik fisik maupun psikis. Keyakinan ini telah
hidup dan berkembang dalam masyarakat Muslim, termasuk di Desa Pembuang
Hulu II, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan. Salah satu praktik nyata dari
keyakinan ini adalah penggunaan Surah Al-Anbiya ayat 69 oleh Guru Hasbullah
sebagai media pengobatan terhadap penyakit.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata cara penggunaan Surah
Al-Anbiya ayat 69 sebagai media pengobatan penyakit oleh Guru Hasbullah di
Desa Pembuang Hulu II, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan
Tengah. Surah Al-Anbiya ayat 69 dan manfaat dalam penggunaan Surah Al
Anbiya ayat 69 sebagai media pengobatan penyakit yang diyakini sebagai ayat
yang memiliki kekuatan spiritual untuk meredakan gejala penyakit yang bersifat
panas, seperti demam dan sebagainya.
Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan
lapangan (Field research). Penelitian ini berlokasi di Desa Pembuang Hulu II,
Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Data dikumpulkan
melalui hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung terhadap subjek
penelitian, yakni Guru Hasbullah, serta 4 orang dari masyarakat yang terlibat
dalam praktik pengobatan ini sebagai informan pendukung. Analisis data terdiri
dari empat tahapan yaitu editing, klasifikasi data dan interpretasi data dan
kesimpulan.
Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ayat tersebut
dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara membacakannya kemudian
ditiupkan ke media air dan diminumkan, atau dibacakan langsung ke bagian tubuh
yang sakit. Praktik ini didasarkan pada keyakinan bahwa ayat tersebut, yang
secara tekstual merupakan perintah Allah kepada api agar menjadi dingin bagi
Nabi Ibrahim, memiliki muatan spiritual yang dapat ditransfer kepada pasien.
Adapun manfaatnya, yang pertama, selain menyembuhkan secara fisik,
pengobatan dengan ayat Al-Qur‟an ini juga membuat merasa lebih tenang, damai,
dan merasa lebih dekat kepada Allah
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 20 Nov 2025 02:06 |
| Last Modified: | 20 Nov 2025 02:06 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/30201 |




