Ja’far, Ja’far (2025) Perkembangan Janin dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sains (Studi Komparatif Tafsîr Al-Thabarî dan Tafsir Ilmi Kemenag RI). [Skripsi]
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf
Download (45kB)
AWAL.pdf
Download (844kB)
ABSTRAK.pdf
Download (83kB)
BAB I.pdf
Download (199kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (219kB)
BAB III.pdf
Download (195kB)
BAB IV.pdf
Download (330kB)
BAB V.pdf
Download (100kB)
DAFRTAR PUSTAKA.pdf
Download (124kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (347kB)
Abstract
Al-Qur'an adalah kitab suci abadi yang memandu kehidupan manusia
sekaligus memberikan isyarat-isyarat ilmiah yang relevan sepanjang zaman,
termasuk perkembangan janin dalam kandungan. Seiring kemajuan ilmu
pengetahuan, penafsiran terhadap ayat-ayat tersebut mengalami perkembangan
yang berbeda antara tafsir klasik dan modern.
Tujuan penelitian ini untuk mengungkap secara sistematis penafsiran kedua
mufassir mengenai tahapan perkembangan janin, mengidentifikasi persamaan dan
perbedaan di antara keduanya, serta menganalisis faktor-faktor yang
melatarbelakangi perbedaan tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode komparatif (muqâran) dengan
pendekatan deskriptif kualitatif. Sebagai penelitian kepustakaan (library research),
sumber data primer adalah kitab Jâmi‘ al-Bayân fî Ta’wîl al-Qur’ân karya
Muhammad bin Jarîr al-Thabarî dan Tafsir Ilmi: Penciptaan Manusia dalam
Perspektif al-Qur’an dan Sains oleh Kemenag RI. Analisis difokuskan pada
penafsiran Q.S. al-Mu’minun: 12-14 dan Q.S. al-Hajj: 5, membandingkan
metodologi, sumber rujukan, dan hasil penafsiran dari kedua karya tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Thabarî menafsirkan ayat secara
tekstual dan linguistik yang berbasis riwayat (bil ma‘tsûr) dengan fokus teologis.
Misalnya, ‘alaqah dimaknai sebagai "segumpal darah" dan khalqan âkhara sebagai
momen peniupan roh. Sebaliknya, Tafsir Ilmi Kemenag RI menggunakan
pendekatan integratif yang menghubungkan terminologi al-Qur'an dengan ilmu
embriologi modern, seperti menjelaskan ‘alaqah sebagai implantasi zigot dan
mudhghah sebagai diferensiasi sel. Meskipun berbeda secara epistemologis, al
Thabarî bertumpu pada riwayat (naqli) dan penalaran (aqli), sementara Tafsir Ilmi
Kemenag RI berorientasi sains empiris. Keduanya sejalan dalam urutan
perkembangan janin. Perbedaan ini bukan kontradiksi, melainkan cerminan
dinamika intelektual dalam tradisi tafsir Islam yang menunjukkan relevansi wahyu
dengan ilmu pengetahuan modern. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya
khazanah tafsir al-Qur’an sekaligus menunjukkan relevansi wahyu dengan
perkembangan ilmu pengetahuan modern
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 05:49 |
| Last Modified: | 06 Jan 2026 05:49 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/30322 |




