Amalia, Nurul (2026) Penerapan Shelving di Perpustakaan SMA Negeri 7 Banjarmasin. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (318kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (209kB)
BAB I.pdf
Download (371kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (340kB)
BAB III.pdf
Download (274kB)
BAB IV.pdf
Download (357kB)
BAB V.pdf
Download (248kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (223kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (2MB)
Abstract
Shelving merupakan kegiatan penting dalam pengelolaan perpustakaan yang
bertujuan menyusun kembali bahan pustaka agar tertata rapi sesuai klasifikasi.
Kegiatan ini mendukung kemudahan akses informasi dan mencerminkan nilai
keteraturan dalam layanan perpustakaan. Regulasi seperti Undang-Undang Nomor
43 Tahun 2007 dan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 11 Tahun
2015 mengatur pentingnya penataan koleksi sesuai standar nasional. Namun,
observasi awal di Perpustakaan SMA Negeri 7 Banjarmasin menunjukkan masih
adanya buku yang tidak tersusun sesuai klasifikasinya, sehingga menimbulkan
hambatan dalam layanan informasi. Kondisi ini menjadi dasar dilakukannya
penelitian mengenai penerapan shelving dan kendala dalam pelaksanaannya.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif yang dilakukan di Perpustakaan SMA Negeri 7 Banjarmasin.
Subjek penelitian terdiri dari kepala perpustakaan, dua pustakawan, dan satu
pemustaka. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan
dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan
praktik shelving serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaan koleksi bahan
pustaka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan shelving di Perpustakaan
SMA Negeri 7 Banjarmasin telah berjalan cukup baik dan menunjukkan sistem
pengelolaan yang terstruktur. Pustakawan menerapkan sistem klasifikasi DDC serta
menyusun koleksi berdasarkan nomor panggil agar mudah diakses oleh pemustaka.
Kegiatan shelving dilakukan secara rutin tiga kali seminggu oleh empat pustakawan
dengan pembagian tugas dan pedoman kerja yang jelas. Kerapian dan keteraturan
rak dijaga untuk memastikan koleksi berada di tempatnya, sehingga mendukung
efektivitas pencarian informasi dan kegiatan belajar mengajar. Namun, pelaksanaan
shelving masih menghadapi kendala seperti belum adanya pelatihan formal,
keterbatasan dana, rendahnya kedisiplinan pemustaka, serta kurangnya SDM yang
berlatar belakang kepustakawanan. Diperlukan peningkatan kompetensi
pustakawan dan dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah agar layanan shelving
dapat berjalan lebih optimal.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 08:10 |
| Last Modified: | 14 Jan 2026 08:10 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/30445 |




