Romadoni, Muhammad (2026) Kepemimpinan Agama-Negara dalam Kisah al-Qur’an: Analisis al-Tafsîr al-Munîr Karya Wahbah al-Zuhailî. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (134kB)
AWAL.pdf
Download (852kB)
ABSTRAK.pdf
Download (117kB)
BAB I.pdf
Download (280kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (295kB)
BAB III.pdf
Download (329kB)
BAB IV.pdf
Download (746kB)
BAB V.pdf
Download (102kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (171kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (755kB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji model kepemimpinan agama-negara dalam al
Qur’an melalui kisah Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, dan Nabi Muhammad
SAW. Latar belakang berangkat dari masalah kepemimpinan yang cenderung
memisahkan otoritas agama dari kekuasaan negara, sehingga memunculkan krisis
legitimasi moral dan tanggung jawab sosial dalam praktik kepemimpinan. Padahal,
al-Qur’an melalui kisah para nabi menghadirkan figur pemimpin yang menjalankan
otoritas agama dan negara secara terintegrasi dan seimbang. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengidentifikasi pola naratif kepemimpinan agama-negara,
menemukan dimensi tematik kepemimpinan, serta merumuskan karakter dan nilai
kepemimpinan yang terkandung dalam kisah Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS,
dan Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini tergolong penelitian kepustakaan
(library research) dengan pendekatan tafsir tematik-naratif. Sumber data utama
adalah al-Tafsîr al-Munîr karya Wahbah al-Zuhaili terhadap ayat-ayat al-Qur’an
yang memuat kisah kepemimpinan ketiga nabi tersebut. Analisis data dilakukan
melalui tahapan identifikasi struktur naratif kisah, pengelompokan tema
kepemimpinan, serta penarikan nilai dan prinsip kepemimpinan. Temuan penelitian
selanjutnya dianalisis menggunakan teori tugas kepemimpinan al-Mâwardî dan
pendekatan kisah al-Qur’an menurut Ahmad Khalafullah. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kepemimpinan agama-negara dalam kisah ketiga nabi memuat
lima dimensi utama, yaitu: legitimasi ilahiyah sebagai dasar kepemimpinan,
integrasi kenabian dan kekuasaan, keadilan sebagai pilar kepemimpinan,
spiritualitas sebagai kekuatan kepemimpinan, serta strategi dan ijtihad dalam
menjalankan kekuasaan. Dari kelima dimensi muncul nilai seperti amanah, adil,
bijaksana, syukur, rendah hati, spiritual, dan bertanggung jawab. Adapun prinsip
yang terkandung dari kepemimpinan agama-negara berupa upaya menjaga
keterpaduan agama dan negara, perpaduan hukum ilahi dan kedaulatan dalam
sistem pemerintahan, perlindungan terhadap masyarakat, pengarahan kekuasaan
untuk kemaslahatan, pembangunan kesadaran kolektif ketuhanan, serta penjagaan
tatanan kehidupan. Kesimpulan penelitian bahwa kepemimpinan agama-negara
dalam kisah al-Qur’an bukan sekadar kisah sejarah, melainkan model
kepemimpinan aplikatif yang mengintegrasikan otoritas spiritual dan tanggung
jawab kenegaraan, sehingga relevan untuk membaca kembali relasi agama dan
negara dalam konteks kepemimpinan kontemporer
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 06:36 |
| Last Modified: | 28 Jan 2026 06:36 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/30610 |




