Munirah, Munirah (2026) Implementasi Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan di SMA Negeri 7 Banjarmasin. [Skripsi]
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN MUNIRAH.pdf
Download (173kB)
AWAL MUNIRAH.pdf
Download (837kB)
ABSTRAK MUNIRAH.pdf
Download (178kB)
BAB 1 MUNIRAH.pdf
Download (338kB)
BAB 2 MUNIRAH.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (499kB)
BAB 3 MUNIRAH.pdf
Download (284kB)
BAB 4 MUNIRAH.pdf
Download (1MB)
BAB 5 MUNIRAH.pdf
Download (185kB)
DAFTAR PUSTAKA MUNIRAH.pdf
Download (217kB)
LAMPIRAN MUNIRAH.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan Manajemen Mutu
Terpadu (MMT) dalam meningkatkan kualitas layanan dan proses pembelajaran
secara berkelanjutan di lembaga pendidikan. Pendekatan MMT menekankan
prinsip perbaikan terus-menerus melalui siklus Plan–Do–Check–Act (PDCA).
SMA Negeri 7 Banjarmasin merupakan salah satu sekolah yang telah
mengimplementasikan berbagai program peningkatan mutu, sehingga menarik
untuk dikaji secara komprehensif berdasarkan tahapan perencanaan, pelaksanaan,
evaluasi, dan tindak lanjut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan perencanaan
Implementasi Manajemen Mutu Terpadu di SMA Negeri 7 Banjarmasin,
menjelaskan pelaksanaan Manajemen Mutu Terpadu, menguraikan pelaksanaan
evaluasi dalam implementasi Manajemen Mutu Terpadu, serta mendeskripsikan
tindak lanjut hasil evaluasi dalam peningkatan mutu pendidikan.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.
Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga
kependidikan, siswa, dan orang tua dengan total 10 informan. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data
dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Keabsahan data diuji melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan
konfirmabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Manajemen Mutu
Terpadu di SMA Negeri 7 Banjarmasin telah berjalan secara sistematis melalui
penerapan siklus PDCA. Pada tahap Plan, sekolah melakukan perencanaan program
melalui evaluasi dan refleksi kegiatan tahun sebelumnya serta penyusunan rencana
kerja dan anggaran sekolah. Pada tahap Do, pelaksanaan mutu diwujudkan melalui
penguatan program kurikulum, kegiatan kesiswaan, pengembangan sarana
prasarana, serta pembinaan karakter peserta didik. Pada tahap Check, sekolah
melaksanakan evaluasi secara berkala melalui supervisi akademik, rapat evaluasi,
dan penilaian kinerja. Selanjutnya pada tahap Act, sekolah melakukan tindak lanjut
berupa perbaikan dan penyempurnaan program berdasarkan hasil evaluasi sebagai
bentuk penerapan prinsip perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan
kontribusi dalam memperkaya kajian implementasi Manajemen Mutu Terpadu
berbasis siklus PDCA pada jenjang SMA, khususnya di Kalimantan Selatan.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Manajemen Pendidikan Islam |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 12 Mar 2026 06:50 |
| Last Modified: | 12 Mar 2026 06:50 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/30773 |




