Aulia, Jannatul (2026) Al-Qur’an sebagai Media Self Healing (Kajian Terhadap Buku Self Healing with Qur’an karya Ummu Kalsum IQT). [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (269kB)
AWAL.pdf
Download (825kB)
ABSTRAK.pdf
Download (238kB)
BAB I.pdf
Download (332kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (490kB)
BAB III.pdf
Download (352kB)
BAB IV.pdf
Download (538kB)
BAB V.pdf
Download (265kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (261kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Abstract
Fenomena meningkatnya gangguan kesehatan mental di era modern
mendorong berkembangnya berbagai pendekatan pemulihan diri (self healing) di
tengah masyarakat. Namun, praktik self healing yang populer sering kali dipahami
secara sempit sebagai aktivitas rekreatif, sehingga mengaburkan makna
penyembuhan batin yang sesungguhnya. Dalam Islam, konsep penyembuhan diri
berkaitan dengan syifâ’, yaitu pemulihan batin melalui pendekatan spiritual. Al
Qur’an sebagai sumber ajaran Islam diyakini memiliki fungsi tersebut, meskipun
kajian akademik yang memposisikan Al-Qur’an sebagai media self healing masih
relatif terbatas.
Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana Al-Qur’an diposisikan sebagai
media self healing dalam buku Self Healing with Qur’an karya Ummu Kalsum IQT
serta keterkaitannya dengan konsep self healing dalam psikologi. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, dengan
menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang dikutip dalam buku tersebut berdasarkan
perspektif tafsir mufasir klasik dan modern serta teori self healing dalam psikologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an diposisikan sebagai media
self healing melalui proses refleksi, pemaknaan ayat, dan internalisasi nilai-nilai
Qur’ani yang berorientasi pada penguatan batin, ketenangan jiwa, dan pemulihan
emosional. Analisis terhadap Q.S. Yûnus ayat 57, Q.S. At-Taubah ayat 40, Q.S. Az
Zumar ayat 53–54, Q.S. Ar-Ra’d ayat 28, dan Q.S. Al-Qaṣaṣ ayat 7 memperlihatkan
bahwa ayat-ayat tersebut merepresentasikan respons Qur’ani terhadap kegelisahan,
ketakutan, keputusasaan, dan kecemasan manusia, yang bekerja melalui
penghayatan makna, regulasi emosi, dan pembentukan kesadaran batin. Keterkaitan
antara konsep self healing dalam Al-Qur’an dan teori self healing dalam psikologi
bersifat fungsional, bukan epistemologis, di mana Al-Qur’an dipahami sebagai
sumber nilai dan makna spiritual, sementara psikologi berperan sebagai kerangka
bantu untuk menjelaskan mekanisme kejiwaan yang terlibat, sehingga buku Self
Healing with Qur’an merepresentasikan pemaknaan Al-Qur’an sebagai media
pemulihan batin yang berlandaskan nilai-nilai Qur’ani serta berorientasi pada
penguatan iman dan ketenangan jiwa.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 13 Mar 2026 01:15 |
| Last Modified: | 13 Mar 2026 01:15 |
| URI: | http://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/30774 |




