Safitri, Venia Marsyanhdha (2026) Analisis Pemenuhan Gaya Hidup Halal Melalui Konsumsi Halal (Studi Pada Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Banjarmasin). [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (250kB)
Cover.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (224kB)
BAB I.pdf
Download (309kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (292kB)
BAB III.pdf
Download (173kB)
BAB IV.pdf
Download (337kB)
BAB V.pdf
Download (216kB)
Daftar Pustaka.pdf
Download (182kB)
Lampiran-lampiran.pdf
Download (2MB)
Abstract
Meningkatnya populasi Muslim global dan kesadaran akan produk
halal menjadikan Indonesia sebagai pasar konsumsi halal terbesar di dunia.
Namun, masih terdapat tantangan seperti pelanggaran sertifikasi dan
rendahnya literasi halal di luar sektor makanan. Badan Pengurus Lazismu
sebagai pengelola dana zakat memiliki tuntutan moral yang tinggi untuk
menjadi teladan (uswah) dalam penerapan gaya hidup halal. Kesenjangan
antara idealitas institusi dan praktik personal menjadi urgensi. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan gaya hidup melalui konsumsi
halal di kalangan pengurus Lazismu Kota Banjarmasin serta
mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam
mengkonsumsi produk halal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.
Subjek pada penelitian ini ialah pengurus Lazismu PD Muhammadiyah
Kota Banjarmasin yang memiliki 5 orang informan. Data akan
disimpulkan melaluli wawancara mendalam (in-deth interview). Analisis
data akan melalui 3 tahan yaitu, redukasi data, penyajian data serta
penarikan kesimpulan.
Penelitian menunjukkan bahwa para pengurus telah memahami
gaya hidup halal, tidak terbatas pada makanan, namun mencakup
perkataan, perbuatan, dan interaksi sosial berdasarkan Al-Qur'an dan As
Sunnah. Faktor pendukung utama meliputi latar keagamaan yang kuat,
pemahaman konsep halal, motivasi ibadah, dukungan lingkungan keluarga
dan komunitas, serta keberadaan produk usaha Muhammadiyah (seperti
Banyumu dan Amanah). Sementara itu, faktor penghambatnya adalah
terbatasnya ketersediaan produk bersertifikat halal di Kota Banjarmasin,
lemahnya pengawasan pemerintah (BPOM & MUI), serta persepsi keliru
di kalangan UMKM bahwa biaya sertifikasi halal mahal. Meskipun belum
ada program formal dari Lazismu, para pengurus secara kolektif saling
mengingatkan dan menginternalisasi nilai halal dalam keseharian
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HC Economic History and Conditions |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 18 May 2026 07:14 |
| Last Modified: | 18 May 2026 07:14 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/31019 |




