Hasanah, Mahbubah (2026) Tikrâr Ayat Fattaqullâh wa Athî’ûn dalam Surah Al-Syu’ara` Perspektif Tafsir Klasik dan Tafsir Modern. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (164kB)
AWAL.pdf
Download (966kB)
ABSTRAK.pdf
Download (210kB)
BAB I.pdf
Download (423kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (505kB)
BAB III.pdf
Download (588kB)
BAB IV.pdf
Download (437kB)
BAB V.pdf
Download (248kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (223kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (2MB)
Abstract
Kajian ini berfokus pada analisis makna dan fungsi pengulangan ayat
Fattaqullâh wa Athî’ûn yang terdapat dalam surah Al-Syu’ara` berdasarkan
penafsiran mufassir klasik dan modern. Latar belakang penelitian ini berangkat
dari kemukjizatan Al-Qur'an yang salah satunya terletak pada gaya bahasanya,
termasuk adanya pengulangan kata, kalimat, atau pun ayat dengan redaksi yang
sama yang diistilahkan sebagai tikrâr. Ayat Fattaqullâh wa Athî’ûn diulang
sebanyak 8 kali dalam Surah Al-Syu’ara pada konteks kisah para Nabi yang
berbeda, menunjukkan konsistensi pesan dakwah untuk bertakwa kepada Allah
dan taat kepada Rasul. Meskipun telah banyak penelitian tentang tikrâr, belum
ada yang secara spesifik mengkaji pengulangan ayat ini dengan berkaca pada
tafsir klasik dan modern. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi letak
dan pola pengulangan ayat serta mengetahui fungsi retoris dari pengulangan ayat
tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ialah metode kualitatif dengan
pendekatan studi kepustakaan (library research) dan pendekatan monodisipliner
dalam bidang ‘Ulumul Qur`an dan ilmu tafsir. Sumber data utama yang digunakan
meliputi ayat Al-Qur`an yang dijadikan objek penelitian dan kitab-kitab tafsir
klasik-modern. Adapun sumber data pendukung yang digunakan dalam penelitian
ini ialah literatur ilmiah yang relevan baik berupa karya tafsir, buku dan artikel
ilmiah yang berkaitan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi
dokumentasi, dan analisis data menggunakan deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengulangan ayat "Fattaqullâh wa
Athî’ûn" berfungsi sebagai penguatan retorika yang menegaskan pentingnya
ajakan takwa dan ketaatan dalam setiap konteks dakwah para Nabi. Pola
pengulangan ini menjadi simpul kesatuan prinsip dakwah para Rasul. Penjelasan
dari penafsiran tafsir klasik dan modern mengungkapkan adanya nuansa
penafsiran yang dipengaruhi oleh latar belakang dan kecenderungan mufassir,
namun esensi pesan utama tetap konsisten. Fungsi tikrâr ini tidak hanya
memperkuat hujjah dan membentuk pola dakwah, tetapi juga memantapkan pesan
dalam bentuk seruan yang relevan hingga kehidupan kontemporer.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 06:00 |
| Last Modified: | 08 Jun 2026 06:00 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/31148 |




