Febriana, Virda Amelia (2026) Hawa Nafsu dan Cara Pengendaliannya: Studi Penafsiran Ustadz Adi Hidayat di Channel Adi Hidayat Official. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (285kB)
AWAL_111539.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK_093106.pdf
Download (275kB)
BAB I_093324.pdf
Download (566kB)
BAB II_093435.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (709kB)
BAB III_093546.pdf
Download (392kB)
BAB IV_093635.pdf
Download (623kB)
BAB V_093727.pdf
Download (275kB)
DAFTAR PUSTAKA_093816.pdf
Download (395kB)
LAMPIRAN_093947.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengendalian hawa nafsu
dalam kehidupan manusia serta berkembangnya penyampaian tafsir Al-Qur’an
melalui media digital, khususnya YouTube. Ustadz Adi Hidayat menjadi salah satu
pendakwah yang aktif menyampaikan penafsiran Al-Qur’an secara kontekstual
melalui channel Adi Hidayat Official, termasuk pembahasan mengenai hawa nafsu
dan cara pengendaliannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran
Ustadz Adi Hidayat tentang hawa nafsu dalam Al-Qur’an, mengidentifikasi strategi
pengendalian hawa nafsu yang beliau jelaskan, serta menganalisis relevansi
penafsirannya dalam konteks kekinian.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis isi
kualitatif. Data primer diperoleh dari transkrip dan video ceramah Ustadz Adi
Hidayat pada channel YouTube Adi Hidayat Official yang membahas hawa nafsu
dan pengendaliannya. Adapun data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan literatur
yang relevan. Teknik analisis data menggunakan metode analisis isi kualitatif
melalui tahap reduksi data, transkrip, klasifikasi, analisis, dan penarikan
kesimpulan. Penelitian ini juga menggunakan teori hermeneutika Hans-Georg
Gadamer serta konsep nafs menurut Al-Ghazali untuk memperkuat analisis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Ustadz Adi Hidayat
mengenai hawa nafsu berlandaskan pada Q.S. Asy-Syams/91: 7-10 yang
menjelaskan adanya dua potensi dalam diri manusia, yaitu taqwa dan fûjûr. Hawa
nafsu dipahami bukan hanya sebagai dorongan buruk, tetapi sebagian dari struktur
jiwa manusia yang harus diarahkan agar potensi taqwa lebih dominan. Strategi
pengendalian hawa nafsu dilakukan melalui konsep tazkiyatun nafs dengan cara
muhasabah, menjaga lisan dan perilaku, memperkuat ibadah, mengingat kematian,
melakukan taubat, serta menghadirkan lawan dari sifat buruk. Penafsiran tersebut
juga memiliki relevansi dalam kehidupan modern karena mampu menjawab
persoalan kontemporer seperti krisis moral, media sosial, gaya hidup konsumtif,
dan lemahnya pengendalian diri di era digital
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 30 Jun 2026 03:34 |
| Last Modified: | 30 Jun 2026 03:34 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/31333 |




