EMPOWERS IDR

Penelusuran Data IDR

Telusuri data di dalam IDR kami menggunakan fungsi penelusuran lengkap (Advanced).
Update Data IDR Terbaru

Lihat data yang sudah kami tambahkan ke IDR dalam seminggu terakhir.
Pedoman Unggah Mandiri

Sebelum mengupload dokumen, pastikan membaca Pedoman Unggah Mandiri untuk Depositor.


Lihat traffic IDR kami. Dari mana mereka datang, device yang dipakai, konten apa saja yang mereka akses, cari dan lainnya

Analisis Konsep Zakat Pertanian Oleh Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Penerapannya di Desa Keliling Benteng Ilir

Mahmudah, Mahmudah (2026) Analisis Konsep Zakat Pertanian Oleh Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Penerapannya di Desa Keliling Benteng Ilir. [Skripsi]

[thumbnail of PERNYATAAN.pdf] Text
PERNYATAAN.pdf

Download (232kB)
[thumbnail of AWAL.pdf] Text
AWAL.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (15kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (159kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (281kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (40kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf

Download (397kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (75kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (142kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sebagai ulama besar Kalimantan
Selatan telah merumuskan konsep zakat pertanian dalam Kitab Sabilal Muhtadin,
namun penerapannya di masyarakat masa kini belum sepenuhnya dikaji.
Masyarakat petani Desa Keliling Benteng Ilir, Kecamatan Sungai Tabuk,
Kabupaten Banjar, masih menjalankan zakat pertanian secara individual tanpa
pelibatan lembaga amil resmi dan dengan literasi zakat yang rendah, sehingga
terjadi kesenjangan antara konsep fikih dan realitas lapangan. Penelitian ini
bertujuan menganalisis konsep zakat pertanian menurut Syekh Muhammad Arsyad
Al-Banjari sekaligus mengkaji penerapannya di desa tersebut.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka
terhadap Kitab Sabilal Muhtadin dan penelitian lapangan berupa wawancara
terhadap sebelas informan, dianalisis secara deskriptif-komparatif. Konsep beliau
menetapkan nisab 600 gantang gabah sebagai ukuran lokal Banjar, kadar 10% untuk
lahan tadah hujan dan 5% untuk lahan beririgasi berbayar, serta gugurnya syarat
haul sehingga zakat wajib ditunaikan setiap panen. Keistimewaan utama pemikiran
beliau adalah penekanan zakat produktif: zakat disalurkan melalui amil sebagai
modal usaha bagi fakir miskin guna mendorong kemandirian ekonomi.
Dalam praktiknya, masyarakat Desa Keliling Benteng Ilir telah menerapkan
ketentuan nisab dan kadar sesuai konsep beliau. Namun, dimensi zakat produktif
belum terwujud karena distribusi masih bersifat konsumtif dan langsung tanpa amil
resmi, sehingga potensinya sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi petani
belum terlaksana secara optimal

Item Type: Skripsi
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ekonomi Syariah
Depositing User: Yoe Oden
Date Deposited: 08 Jul 2026 03:35
Last Modified: 08 Jul 2026 03:35
URI: https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/31475

Actions (login required)

View Item
View Item