Astuti, Desi Widiya Puzi (2026) Peran Ibu Tunggal dalam Kisah Hajar dan Hannah menurut Perspektif Tafsir Al-Qur’an. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (261kB)
BAB III.pdf
Download (448kB)
BAB IV.pdf
Download (495kB)
BAB V.pdf
Download (224kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (204kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (239kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
BAB I.pdf
Download (422kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (453kB)
Abstract
Perkembangan kehidupan masyarakat yang semakin beragam menunjukkan
bahwa struktur rumah tangga tidak selalu berada dalam kondisi yang utuh.
Fenomena tersebut juga terjadi pada ibu tunggal yang dihadapkan pada tanggung
jawab pengasuhan seorang diri tanpa kehadiran sosok suami, baik karena kematian,
perceraian, tinggal terpisah dalam jangka waktu yang lama, maupun sebab lainnya.
Kondisi ini sering dipandang sebelah mata karena peran ganda dalam memenuhi
kebutuhan ekonomi sekaligus mengasuh anak dianggap dapat menimbulkan
ketidakseimbangan. Tidak jarang alasan yang dipakai untuk membenarkan stigma
tersebut adalah ketiadaan figur ayah yang dianggap mutlak bagi kesuksesan
pembentukan kepribadian anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran ayat-ayat kisah Hajar
dan Hannah menurut para mufasir, menganalisis peran keduanya sebagai ibu
tunggal dalam pengasuhan, serta mengidentifikasi nilai-nilai peran pengasuhan dan
relevansinya dengan konteks kehidupan keluarga masa kini.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan
menggunakan metode tafsir tematik (maudhû’î). Data primer berupa ayat-ayat Al
Qur’an yang berkaitan dengan kisah Hajar dan Hannah, khususnya Q.S.
Ibrâhîm/14: 37 dan Q.S. Âli ‘Imrân/3: 35-37. Data tersebut dianalisis dengan
merujuk pada Tafsîr al-Thabarî, Tafsîr Ibn Katsîr, dan Tafsîr al-Mishbâh serta
didukung oleh berbagai literatur yang relevan untuk menemukan keterkaitan
makna, bentuk peran, serta nilai peran pengasuhan yang terkandung di dalamnya.
Hasil penelitian menemukan bahwa kisah Hajar dan Hannah dalam Al
Qur’an merepresentasikan ketangguhan figur ibu tunggal, yang secara tegas
menunjukkan bahwa keberhasilan pengasuhan berakar pada kualitas diri orang tua,
bukan semata pada keutuhan struktur keluarga. Kedua tokoh teladan ini
memanifestasikan kemandirian dalam menjalankan peran ganda sebagai kepala
keluarga yang tangguh memperjuangkan keberlangsungan hidup, pengambil
keputusan strategis, maupun sebagai pendidik dan pelindung bagi anak-anaknya.
Upaya pemenuhan kebutuhan mendasar berupa asah, asih, dan asuh diwujudkan
secara utuh melalui perjuangan tak kenal lelah, penciptaan lingkungan pendidikan
yang baik, serta penerimaan ikhlas terhadap ketetapan Allah yang ditanamkan
bahkan sejak masa kandungan. Melalui rekam jejak pengasuhan tersebut, terlihat
nilai-nilai keteladanan seperti ketauhidan, komitmen pengasuhan, kasih sayang,
kepedulian, serta kemandirian. Keseluruhan temuan ini menegaskan bahwa ibu
tunggal mampu menjalankan perannya secara optimal dalam mengarahkan masa
depan anak melalui dedikasi, tanggung jawab, dan keteguhan iman
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 07:23 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 07:23 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/31597 |




