Nor, Muhammad (2026) Manajemen Sistem Penjaminan Mutu Internal pada Layanan Pembelajaran di MAN 3 Banjar. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (127kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (155kB)
BAB I.pdf
Download (274kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (295kB)
BAB III.pdf
Download (225kB)
BAB IV.pdf
Download (1MB)
BAB V.pdf
Download (165kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (139kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (4MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara konsep ideal Sistem
Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai sistem manajemen mutu yang dinamis
dengan praktik implementasinya di lapangan yang cenderung formalistik. MAN 3
Banjar dipilih sebagai lokasi penelitian karena status akreditasi A, kondisi transisi
kepemimpinan, dan ketidakaktifan Tim Penjaminan Mutu Madrasah (TPMM) yang
berlangsung pada periode penelitian.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis implementasi
SPMI pada layanan pembelajaran di MAN 3 Banjar melalui lima tahap siklus
PPEPP: Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus.
Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada kepala madrasah, wakil
kepala kurikulum, empat guru, dan perwakilan siswa tiga jenjang kelas, disertai
observasi pembelajaran dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan model
interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, dengan keabsahan diuji melalui
triangulasi sumber, metode, dan teori.
Hasil penelitian menunjukkan implementasi siklus PPEPP berlangsung tidak
merata. Tahap Pelaksanaan (P2) paling konsisten, ditandai konsistensi penyusunan
RPP dan variasi metode pembelajaran. Tahap Penetapan (P1) berjalan prosedural
melalui musyawarah partisipatif, namun lemah secara dokumentatif. Tahap
Evaluasi (E) dan Pengendalian (P3) menunjukkan kelemahan paling signifikan,
terutama pada Evaluasi Diri Madrasah yang tidak rutin dan audit mutu internal yang
belum optimal. Tahap Peningkatan (P4) menghasilkan inovasi individual guru yang
bermakna, namun belum terdiseminasi secara sistematis akibat ketiadaan forum
berbagi praktik baik internal. Seluruh kelemahan bermuara pada satu akar
struktural: tidak aktifnya TPMM, diperparah kondisi transisi kepemimpinan.
Kondisi ini mencerminkan fenomena decoupling (kesenjangan antara struktur
formal dan fungsi aktual) antara struktur formal penjaminan mutu dan praktik
aktualnya, serta menunjukkan sistem penjaminan mutu di MAN 3 Banjar bersifat
person-dependent dan rentan terhadap diskontinuitas saat pergantian
kepemimpinan.
Penelitian ini merekomendasikan pengaktifan kembali TPMM, pembangunan
sistem dokumentasi mutu independen dari individu, serta pelembagaan forum
berbagi praktik baik untuk memperkuat keberlanjutan implementasi SPMI di MAN
3 Banjar.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LC Special aspects of education |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Manajemen Pendidikan Islam |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 07:32 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 07:32 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/31636 |




