Hadi, Samsul (2026) Pembacaan Surah Al-Taubah dalam Tradisi Keba di Desa Danau Karya, Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (191kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (516kB)
BAB I.pdf
Download (560kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (712kB)
BAB III.pdf
Download (449kB)
BAB IV.pdf
Download (811kB)
BAB V.pdf
Download (436kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (341kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (3MB)
Abstract
Masyarakat suku Jawa di Desa Danau Karya, Kecamatan Anjir Pasar,
Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan memiliki tradisi keba, yaitu
Slametan pada usia kandungan tujuh bulan. Keunikan tradisi ini terletak pada
pembacaan surah Al-Taubah surah yang membahas pemutusan hubungan dengan
kaum musyrikin dan tidak diawali basmalah oleh komunitas yang sebagian besar
tidak memahami kandungannya secara mendalam. Fenomena ini dikaji dalam
kerangka Living Qur‟an.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik, menganalisis resepsi
masyarakat, dan mengetahui fungsi tradisi keba dalam kehidupan warga Desa
Danau Karya. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research)
kualitatif deskriptif dengan pendekatan Living Qur‟an, melalui observasi,
wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori resepsi
Ahmad Rafiq dan teori fungsionalisme Bronislaw Malinowski.
Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan. Pertama, surah al-Taubah
dibaca secara berjamaah oleh laki-laki dewasa yang fasih, dipimpin seorang
imam, sebelum prosesi siraman menggunakan air yang kemudian dipakai
memandikan ibu dan ayah sebagai simbol pensucian. Tradisi ini diperkenalkan
pada dekade 1990-an oleh tokoh agama bernama Nurudin yang membawanya dari
Jawa Tengah. Kedua, resepsi masyarakat didominasi oleh resepsi fungsional
performatif: surah al-Taubah dipilih karena makna namanya ("tobat"), dianggap
relevan bagi ibu hamil yang berada di antara hidup dan mati. Sebagian kecil
warga, khususnya tokoh adat Bapak Sugianur, merujuk pada ayat-ayat
perlindungan di akhir surah. Warga berlatar Muhammadiyah bersikap kritis
toleran: berpartisipasi atas nama silaturahmi namun tidak meyakini landasan
spesifik pemilihan surah. Ketiga, tradisi ini berfungsi sebagai sarana permohonan
keselamatan ibu dan janin, media pendidikan keimanan bayi dalam kandungan,
penguat solidaritas warga, momentum pertobatan orang tua, serta wujud akulturasi
Islam dan budaya Jawa yang memperkuat identitas keislaman masyarakat Jawa
perantauan.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 01:24 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 01:24 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/31686 |




