Rahmat, Rahmat (2026) Gaya Hidup Slow living dalam Perspektif Tafsir Al Azhar Karya Buya Hamka. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (89kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (4MB)
BAB I.pdf
Download (1MB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
BAB III.pdf
Download (1MB)
BAB IV.pdf
Download (1MB)
BAB V.pdf
Download (1MB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (1MB)
LAMPIRAN.pdf
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini membahas gaya Slow living dalam Al-Qur’an melalui kajian
tematik perspektif Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Kajian ini dilatarbelakangi
oleh kehidupan modern yang serba cepat, konsumtif, dan penuh tekanan, sehingga
menimbulkan ketidakseimbangan hidup, stres, kegelisahan batin, serta
melemahnya kesadaran spiritual. Dalam penelitian ini, Slow living dipahami
sebagai pola hidup yang menekankan kesadaran, kesederhanaan, keseimbangan,
kesabaran, dan orientasi hidup yang bermakna sesuai nilai-nilai Al-Qur’an.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan nilai-nillai Al-Qur’an terkait
gaya hidup serba cepat, menganalisis penafsiran Buya Hamka dalam Tafsir Al
Azhar terhadap ayat-ayat Slow living, serta menunjukkan relevansinya bagi
kehidupan Muslim Indonesia kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian
kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan metode tafsir tematik
(maudhū‘ī). Data primer penelitian ini adalah QS. Al-Furqān [25]: 67, QS. Al-A‘rāf
[7]: 31, QS. Al-Qaṣaṣ [28]: 77, QS. Al-Isrā’ [17]: 29, QS. Āli ‘Imrān [3]: 191, QS.
Al-Ḥasyr [59]: 18, QS. Al-Anbiyā’ [21]: 37, QS. Al-Baqarah [2]: 153 dan QS. Al
Isra [17]: 18 yang dikaji melalui Tafsir Al-Azhar, sedangkan data sekunder
diperoleh dari kitab, buku, jurnal, skripsi, dan literatur relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memuat nilai-nilai Slow
living melalui ajaran kesederhanaan, keseimbangan hidup, kesadaran spiritual,
perenungan, kesabaran, dan pengendalian diri dari sifat tergesa-gesa. Buya Hamka
menafsirkan ayat-ayat tersebut secara kontekstual, sosial, dan praktis melalui corak
adab ijtimā‘ī. Menurut Hamka, kesederhanaan berarti menggunakan nikmat Allah
secara tepat, keseimbangan hidup berarti menjadikan dunia sebagai jalan menuju
akhirat, sedangkan dzikir, tafakur, sabar, dan shalat menjadi fondasi kehidupan
yang tenang dan bermakna. Dengan demikian, Slow living dalam perspektif Al
Qur’an dan Tafsir Al-Azhar bukan sekadar gaya hidup modern, tetapi bagian dari
pengamalan Islam yang berlandaskan tauhid, ibadah, akhlak, dan orientasi akhirat.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 07:05 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 07:05 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/31758 |




