Rahmah, Laily (2026) Peran Guru Menjalin Kemitraan dengan Orang Tua di TK Negeri Pembina Kecamatan Liang Anggang. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (669kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (128kB)
BAB I.pdf
Download (455kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (474kB)
BAB III.pdf
Download (398kB)
BAB IV.pdf
Download (716kB)
BAB V.pdf
Download (344kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (331kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (2MB)
Abstract
Pendidikan tidak dapat dilaksanakan oleh satu pihak saja. Dengan demikian,
penelitian didasari keingintahuan mengetahui peran guru berhubungan dengan
orang tua. Tujuan penelitian mendeskripsikan peran guru menjalin kemitraan
dengan orang tua dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat guru menjalin
kemitraan dengan orang tua.
Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan
studi kasus, lokasi penelitian di TK Negeri Pembina Kecamatan Liang Anggang.
Subjek penelitian adalah satu guru, satu Kepala Sekolah dan lima orang tua. Objek
penelitian yaitu aktivitas guru dengan orang tua, data primer adalah hasil
wawancara sedangkan data sekunder adalah observasi dan dokumentasi. Teknik
pengumpulan data yang dipakai yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan dan verifikasi. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu
triangulasi sumber, teknik dan waktu.
Hasil temuan peneliti yaitu peran guru dalam kemitraan dengan orang tua
di mulai sejak tahun ajaran baru sampai pelepasan anak kelompok B. Peran guru
secara garis besar adalah sebagai fasilitator dan teman diskusi yang dapat menjadi
pendengar atau pemberi saran dan motivasi untuk orang tua. Faktor pendukung guru
bekerja sama dengan orang tua adalah dorongan dari diri sendiri, dukungan kepala
sekolah, tatanan sekolah yang bijak dan orang tua yang pengertian dan kooperatif.
Faktor penghambat guru dalam menjalin kemitraan hampir tidak ditemukan
kendala secara garis besar sejauh ini. Hanya beberapa individu saja kurang
kooperatif dan sibuk. Kemudian apabila guru dan orang tua sibuk, kegiatan rutin
misalnya kelas orang tua, dapat mengalami kendala dalam pengaturan jadwalnya.
Meskipun begitu guru menegaskan lebih banyak orang tua yang kooperatif
dibandingkan yang tidak kooperatif.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Islam Anak Usia Dini |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 01:35 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 01:35 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/31921 |




