Adomah, Izzatul (2026) Pembacaan Ayat-Ayat Al-Qur’an Dalam Hizb Nasr Al-Imȃm Al-Haddȃd Oleh Jama’ah Majelis Taklim Nisa Hifzhuddin Di Desa Sungai Sipai. [Skripsi]
Pernyataan Keaslian Tulisan Izzatul Adomah.pdf
Download (122kB)
AWAL Izzatul Adomah.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK IZZATUL ADOMAH.pdf
Download (153kB)
BAB I Izzatul Adomah.pdf
Download (350kB)
BAB II Izzatul Adomah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (553kB)
Bab III Izzatul Adomah.pdf
Download (295kB)
Bab IV Izzatul Adomah.pdf
Download (435kB)
Bab V Izzatul Adomah.pdf
Download (155kB)
Daftar Pustaka Izzatul Adomah.pdf
Download (147kB)
Lampiran Izzatul Adomah.pdf
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tradisi pembacaan ayat-ayat Al
Qur'an dalam Ḥizb naṣr karya al-Imām Abdullāh bin ‘Alawī al-Ḥaddād yang
diamalkan secara rutin oleh Jamaah Majelis Taklim Nisa Hifzhuddin di Desa
Sungai Sipai, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an dalam Ḥizb
naṣr, mengetahui pemahaman jamaah terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang
terkandung di dalamnya, serta menganalisis makna pembacaan Ḥizb naṣr bagi
jamaah Majelis Taklim Nisa Hifzhuddin. Penelitian ini merupakan penelitian
lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan
perspektif living qur'an. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pembina majelis, pengurus majelis,
dan jamaah Majelis Taklim Nisa Hifzhuddin. Analisis data dilakukan melalui
tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk
menganalisis makna pembacaan Ḥizb naṣr, penelitian ini menggunakan teori
makna Karl Mannheim yang meliputi makna objektif, makna ekspresif, dan makna
dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan Ḥizb naṣr
dilaksanakan secara rutin dalam kegiatan Majelis Taklim Nisa Hifzhuddin dengan
tata cara yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ayat-ayat Al-Qur'an yang
dibaca meliputi Q.S al-Fatḥ/48: 1-3, Q.S aṣ-Ṣaff /61: 13-14, Ayat Kursi (Q.S al
Baqarah/2: 255) serta Q.S al-Ḥasyr/59: 21-24 yang dipadukan dengan doa, zikir,
dan salawat. Pemahaman jamaah terhadap ayat-ayat tersebut umumnya bersifat
praktis dan fungsional, yaitu sebagai ayat yang mengandung makna pertolongan,
perlindungan, keberkahan, dan penguatan keimanan. Berdasarkan teori Karl
Mannheim, makna objektif pembacaan Ḥizb naṣr adalah sebagai tradisi keagamaan
yang memperkuat hubungan jamaah dengan Al-Qur'an dan menjadi bagian dari
identitas religius majelis. Makna ekspresifnya berupa ketenangan batin, rasa aman,
optimisme, dan penguatan spiritual yang dirasakan jamaah. Adapun makna
dokumenternya adalah sebagai sarana pelestarian tradisi ulama, transmisi nilai-nilai
Islam, dan reproduksi budaya religius masyarakat Muslim Banjar. Dengan
demikian, praktik pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an dalam Ḥizb naṣr di Majelis
Taklim Nisa Hifzhuddin merupakan manifestasi nyata fenomena living qur'an,
yaitu hadirnya Al-Qur'an dalam bentuk praktik sosial-keagamaan yang hidup,
dimaknai, dan diwariskan dalam kehidupan masyarakat
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 02:49 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 02:49 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/32010 |




