Ihsyan, Maulana (2026) Penafsiran FakhrudimAr-Razi Terhadap QS. An-Nahl [16]:79 dan QS. Al-Mulk [67]:19 Tentang Burung dalam Al-Qur’an. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (163kB)
AWAL.pdf
Download (728kB)
ABSTRAK.pdf
Download (205kB)
BAB I.pdf
Download (358kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (331kB)
BAB III.pdf
Download (448kB)
BAB IV.pdf
Download (379kB)
BAB V.pdf
Download (262kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (212kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (405kB)
Abstract
Fenomena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern
menunjukkan semakin meningkatnya perhatian manusia terhadap kajian alam
semesta dan berbagai fenomena empiris. Dalam konteks Al-Qur’an, fenomena alam
tidak hanya dipahami sebagai realitas fisik semata, tetapi juga sebagai ayat
kauniyyah yang mengandung tanda-tanda kekuasaan Allah. Salah satu fenomena
yang banyak mendapat perhatian dalam Al-Qur’an adalah burung, khususnya
dalam QS. Al-Mulk 67:19 dan QS. An-Naḥl 16:79. Ayat-ayat tersebut
menggambarkan kemampuan burung untuk terbang dan bertahan di udara sebagai
bagian dari keteraturan ciptaan Allah yang mengandung dimensi teologis, rasional,
dan epistemologis. Dalam konteks ini, Fakhruddin al-Rāzī melalui tafsir Mafātīḥ
al-Ghaib menawarkan penafsiran yang mengintegrasikan observasi empiris,
analisis rasional, dan refleksi teologis terhadap fenomena burung dalam Al-Qur’an.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran Fakhruddin al-Rāzī
terhadap ayat-ayat kauniyyah tentang burung dalam QS. Al-Mulk 67:19 dan QS.
An-Naḥl 16:79, serta menganalisis relevansi penafsiran tersebut terhadap
perkembangan sains dan teknologi modern. Penelitian ini merupakan penelitian
kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer
penelitian berupa kitab tafsir Mafātīḥ al-Ghaib karya Fakhruddin al-Rāzī,
sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku, jurnal, dan literatur yang
berkaitan dengan ayat kauniyyah, tafsir, dan kajian sains dalam Al-Qur’an.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Fakhruddin al-Rāzī
terhadap ayat-ayat tentang burung memiliki corak integratif antara dimensi empiris,
rasional, dan teologis. Dalam QS. An-Naḥl 16:79, al-Rāzī menekankan fenomena
burung yang mampu bertahan di udara sebagai tanda kekuasaan Allah dan bukti
keteraturan alam semesta. Sementara itu, dalam QS. Al-Mulk 67:19, ia memberikan
perhatian pada mekanisme gerakan burung melalui konsep ṣāffāt dan yaqbiḍna
yang menunjukkan adanya sistem gerak yang teratur dan presisi. Penafsiran
tersebut memperlihatkan bahwa hukum alam tidak dipahami sebagai sesuatu yang
berdiri sendiri, melainkan tetap berada dalam kehendak Allah sebagai sebab utama
seluruh fenomena alam.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 06:54 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 06:54 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/32327 |




