Jamilah, Jamilah (2026) Pola Asuh Orang Tua yang Menikah Dini dan Implikasinya Terhadap Kesehatan Mental Anak Usia 3-5 Tahun di Desa Muara Dadahup Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (118kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (156kB)
BAB I.pdf
Download (290kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (226kB)
BAB III.pdf
Download (288kB)
BAB IV.pdf
Download (851kB)
BAB V.pdf
Download (125kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (113kB)
LAMPIRAN .pdf
Download (2MB)
Abstract
Pernikahan pada usia dini masih menjadi fenomena yang terjadi di berbagai
daerah, termasuk di Desa Muara Dadahup, Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten
Kapuas. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena orang tua yang menikah pada
usia dini memiliki kesiapan dan pengalaman yang berbeda dalam menjalankan
peran pengasuhan, yang berimplikasi terhadap kesehatan mental anak usia dini.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh yang diterapkan oleh
orang tua yang menikah pada usia dini, implikasinya terhadap kesehatan mental
anak usia 3–5 tahun, serta tantangan yang dihadapi orang tua dalam menerapkan
pola asuh.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian
terdiri atas lima ibu yang menikah sebelum usia 19 tahun dan memiliki anak
berusia 3–5 tahun di Desa Muara Dadahup. Data dikumpulkan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh orang
tua yang menikah pada usia dini cenderung berupa pola asuh demokratis dan
otoriter. Pola asuh demokratis ditandai dengan adanya perhatian, komunikasi yang
baik, serta dukungan emosional kepada anak sehingga anak menunjukkan rasa
percaya diri dan mampu berinteraksi dengan lingkungan. Sementara itu, pola asuh
otoriter ditandai dengan penerapan aturan yang ketat, kurangnya komunikasi dua
arah, serta pemberian hukuman, yang terlihat berkaitan dengan munculnya
kecemasan, kurangnya rasa percaya diri, dan kesulitan anak dalam
mengekspresikan emosi. Penelitian ini juga menemukan bahwa orang tua menghadapi berbagai tantangan dalam menerapkan pola asuh, seperti keterbatasan pengalaman, pengelolaan
emosi, dan kondisi ekonomi keluarga.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Islam Anak Usia Dini |
| Depositing User: | Sri YF |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 01:27 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 01:27 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/32332 |




