Stirman, Yunisa Enny (2026) Representasi Sang Penyelamat dalam Praktik Eksorsis dan Ruqyah pada Film Kuasa Gelap dan Qodrat. [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (227kB)
AWAL.pdf
Download (4MB)
ABSTRAK.pdf
Download (580kB)
BAB I.pdf
Download (4MB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
BAB III.pdf
Download (1MB)
BAB IV.pdf
Download (11MB)
BAB V.pdf
Download (847kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (226kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (826kB)
Abstract
Penelitian ini membahas representasi sang penyelamat dalam praktik
eksorsis dan ruqyah pada film Kuasa Gelap (2024) dan Qodrat (2022). Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tokoh religius direpresentasikan
sebagai figur penyelamat dalam menghadapi kekuatan supranatural serta melihat
persamaan dan perbedaan bentuk penyelamatan dalam tradisi Katolik dan Islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode
analisis isi terhadap adegan-adegan dalam film yang menampilkan figur
penyelamatan. Analisis penelitian ini menggunakan teori Hero’s Journey Joseph
Campbell yaitu Call to Adventure, Crossing the Threshold, Trials and Challenges,
The Ordeal, The Reward, dan The Return.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Romo Thomas dalam film Kuasa
Gelap dan Ustadz Qodrat dalam film Qodrat sama-sama direpresentasikan sebagai
Sang Penyelamat yang menjalankan peran sebagai mediator antara manusia dengan
kekuatan ilahi dalam menghadapi gangguan roh jahat. Romo Thomas digambarkan
sebagai pastor yang mengalami krisis iman akibat trauma masa lalu, kemudian
mengalami proses transformasi spiritual melalui praktik eksorsis hingga mampu
menyelamatkan korban kerasukan. Sementara itu, Ustadz Qodrat digambarkan
sebagai seorang peruqyah yang mengalami rasa bersalah akibat kegagalan
menyelamatkan anaknya namun, kembali menemukan kekuatan spiritual melalui
proses ruqyah dan perjuangannya melawan kekuatan jahat. Persamaan kedua tokoh
terlihat pada peran mereka sebagai figur religius yang berjuang membebaskan
manusia dari pengaruh kekuatan jahat. Adapun perbedaannya terletak pada latar
keagamaan, bentuk ritual penyelamatan, serta proses transformasi batin yang
dialami masing-masing tokoh. Dengan demikian, film Kuasa Gelap dan Qodrat
tidak hanya menghadirkan kisah perlawanan terhadap kekuatan supranatural, tetapi
juga merepresentasikan nilai keagamaan, perjuangan, dan transformasi spiritual
seorang sang penyelamat
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Hadist |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 05:22 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 05:22 |
| URI: | http://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/32403 |




