Hadizattullah, Muhammad Luqaf (2026) Rekonstruksi Makna Jihad dan Qital dalam al-Qur’an Perspektif Ziauddin Sardar. [Skripsi]
PERNYATAAN KEASLIAN.pdf
Download (121kB)
AWAL.pdf
Download (2MB)
ABSTRAK.pdf
Download (222kB)
BAB I.pdf
Download (332kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (401kB)
BAB III.pdf
Download (261kB)
BAB IV.pdf
Download (398kB)
BAB V.pdf
Download (124kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (201kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji tentang terbentuknya pemaknaan
jihad dan juga qital dalam al-Qur’an, secara tekstual ataupun kontekstual kemudian
merekonstruksinya berdasarkan perspektif Ziauddin Sardar. Kajian ini berangkat dari
adanya fenomena penyempitan makna jihad yang direduksi menjadi identik dengan
peperangan dan juga kekerasan, baik oleh kelompok ekstrem maupun oleh narasi
global yang berkembang pasca tragedi 11 September 2001. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (Library Research). Pendekatan
yang digunakan adalah pendekatan sosio-historis untuk menelaah konteks turunnya
ayat-ayat jihad dan juga qital, serta pendekatan kritik peradaban yang dikembangkan
oleh Ziauddin Sardar, sumber data primer penelitian ini adalah al-Qur’an, dan karya
karya Ziauddin Sardar terutama Jihad Intelektual dan Reading the Qur’an : The
Contemporary Relevance of the Sacred Text of Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa Ziauddin Sardar membedakan secara tegas antara jihad dan qital. Jihad
dipahami sebagai perjuangan multidimensional yang memiliki cakupan yang luas,
dimensi spiritual, intelektual, sosial, budaya, dan peradaban, sedangkan qital
merupakan bentuk perjuangan fisik yang bersifat situasional dan hanya dibenarkan
dalam konteks defensif untuk menghadapi agresi dan juga penindasan. Dalam
membangun penafsirannya, Sardar menggunakan pendekatan kontekstual holistik
dengan menempatkan ayat al-Qur’an dalam konteks historis, sosial dan tujuan
moralnya. Basis argumentasi tersebut diperkuat oleh kritik peradaban yang menolak
pembacaan literalistik serta paradigma Postnormal Times yang menuntut lahirnya
pemahaman baru Islam yang relevan dengan kompleksitas zaman modern. Penelitian
ini juga menegaskan kembali bahwa rekonstruksi makna jihad menurut Sardar
memiliki relevansi yang kuat dalam menghadapi tantangan kontemporer, terutama
dalam bidang pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, dialog antar peradaban,
keadilan sosial, serta upaya melawan ekstremisme dan islamofobia
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 02:22 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 02:22 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/32409 |




