Zaki, Muhammad Hafi (2026) Gaya Hidup Minimalis dalam Al-Qur`an:Kajian Tematik Perspektif Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka. [Skripsi]
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf
Download (555kB)
AWAL.pdf
Download (1MB)
ABSTRAK.pdf
Download (181kB) | Preview
BAB I.pdf
Download (396kB) | Preview
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (485kB)
BAB III.pdf
Download (380kB) | Preview
BAB IV.pdf
Download (421kB) | Preview
BAB V.pdf
Download (267kB) | Preview
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (248kB) | Preview
LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf
Download (1MB) | Preview
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya fenomena gaya hidup
minimalis sebagai respons terhadap budaya konsumtif, materialisme, dan
kecenderungan hidup berlebihan di masyarakat modern. Meskipun gaya hidup
minimalis banyak dipopulerkan melalui konsep-konsep modern, nilai-nilai yang
sejalan dengannya telah lama diajarkan dalam Al-Qur`an. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran Hamka terhadap ayat-ayat
Al-Qur`an yang berkaitan dengan gaya hidup minimalis, merumuskan konsep gaya
hidup minimalis menurut Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, serta menjelaskan
relevansinya terhadap fenomena gaya hidup minimalis kontemporer.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan
studi kepustakaan (library research) menggunakan metode tafsir maudhu`i
(tematik) menurut Abdul Hay al-Farmawi. Data penelitian berupa ayat-ayat Al-
Qur`an yang berkaitan dengan tema gaya hidup minimalis, khususnya Q.S. Al-
A`raf/7: 31, , Q.S. Al-Furqan/25: 67, Q.S. Al-Isra`/17: 26-27, dan Q.S. At-
Takatsur/102: 1-8, serta penafsiran Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dan karya
Falsafah Hidup. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan studi pustaka,
kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan tahapan inventarisasi data,
klasifikasi data, analisis penafsiran Hamka, sintesis konsep gaya hidup minimalis,
analisis relevansi penafsiran Hamka, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Hamka terhadap Q.S. Al-
A`raf/7: 31, Q.S. Al-Furqan/25: 67, Q.S. Al-Isra`/17: 26-27, dan Q.S. At-
Takatsur/102: 1-8 menegaskan pentingnya menggunakan nikmat Allah Swt. secara
proporsional (qawwam), menghindari perilaku isrâf (berlebih-lebihan), tabdzîr
(pemborosan), dan takâtsur (bermegah-megahan). Berdasarkan penafsiran tersebut,
konsep gaya hidup minimalis menurut Hamka dibangun atas empat karakteristik
utama, yaitu menggunakan nikmat Allah secara proporsional, mengelola harta
secara bertanggung jawab, tidak menjadikan harta sebagai ukuran keberhasilan
hidup, serta menjadikan keridaan Allah Swt. sebagai orientasi utama kehidupan.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa konsep tersebut memiliki relevansi yang
kuat dengan fenomena gaya hidup minimalis kontemporer karena menawarkan
solusi terhadap budaya konsumtif melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi
pada efisiensi dan ketenangan hidup, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai spiritual,
moral, dan tanggung jawab sosial sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur`an
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Humaniora > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Yoe Oden |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 06:57 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 06:57 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/32462 |




