Rahman, Abdul (2018) Pernikahan Dalam Masa ‘Iddah (PERSPEKTIF KEPALA KUA BANJARMASIN). [Skripsi]
PERNYATAAN.pdf
Download (232kB)
AWAL.pdf
Download (907kB)
ABSTRAK.pdf
Download (182kB)
BAB I.pdf
Download (814kB)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
BAB III.pdf
Download (358kB)
BAB IV 1.pdf
Download (483kB)
BAB IV 2.pdf
Download (96kB)
BAB IV 3.pdf
Download (655kB)
BAB V.pdf
Download (313kB)
Daftar pustaka.pdf
Download (354kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangai oleh seorang pria PNS yang bertempat tinggal di Kapuas, baru bercerai di pengadilan Agama dan ingin segera menikah lagi, datang mengadukan halnya dan meminta pendapat terkait masalah yang dialaminya, bahwa seorang pria PNS sudah resmi bercerai di Pengadilan Agama dengan istrinya yang juga seorang PNS dan pria tersebut segera akan menikah lagi
dengan perempuan lain, yang hari, tanggal dan bulanya sudah ditentukan oleh kedua belah pihak. Ternyata Kantor Urusan Agama Kapuas menolak dengan alasan, masa ‘iddah istrinya belum habis. Isteri lebih berhak kembali kepada
bekas suaminya, atau suami lebih berhak kembali (rujuk) kepada istrinya sebelum masa ‘iddahnya habis.
Fokus masalah dalam penelitian ini; pernikahan dalam masa ‘iddah dan dampak bagi perempuan yang rujuk dari pernikahan dalam masa ‘iddah (perspektif Kepala KUA Banjarmasin). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
bagaimana pernikahan yang dilakukan dalam masa ‘iddah dan dampak bagi perempuan yang dirujuk dari pernikahan dalam masa ‘iddah. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), dalam pengumpulan data penulis menggunakan teknik wawancara terstruktur (interview), dengan sumber data yaitu Kepala Kantor Urusan Agama di Kota Banjarmasin dan data yang digali mengenai perspektif Kepala Kantor Urusan Agama Kota Banjarmasin mengenai Pernikahan dalam Masa ‘iddah (Perspektif Kepala KUA Banjarmasin).Dari hasil penelitian ini, Kepala Kantor Urusan Agama ada mempraktikkan pernikahan dalam masa ‘iddah. Selanjutnya, bagaimana dampak bagi perempuan yang dirujuk dari pernikahan dalam masa ‘iddah dapat menyebabkan keluarga yang telah dibina tidak sakinah,mawaddah,warahmah.
Dan kalau rujuk maka rujuknya dibawah tangan yang akan menyebabkan poligami dibawah tangan, isteri yang ditalaq raj’i kalau sudah habis ‘iddahnya tidak mendapat warisan tatkala mengurus di Pengadilan dan kalau mendapat anak
lagi maka anaknya tidak mendapatkan akta kelahiran maupun warisan dari ayahnya dikarenakan ibunya dianggap janda. Dan banyak lagi dampak yang diakibatkan bagi perempuan yang di rujuk dari pernikahan dalam masa ‘iddah.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | A General Works > AS Academies and learned societies (General) H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Islam Anak Usia Dini |
| Depositing User: | SH Abdul Rahman |
| Date Deposited: | 13 Mar 2018 01:26 |
| Last Modified: | 13 Mar 2018 03:00 |
| URI: | https://idr.uin-antasari.ac.id/id/eprint/9719 |




